batampos.co.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri berharap bantuan alat pelindung diri untuk tim medis terus mengalir.
Pasalnya, tim medis yang bertugas di garda depan sangat membutuhkannya untuk menangani pasien positif Covid-19.
Terakhir, Jumat (25/4/2020), sejumlah anak muda yang berasal dari Komunitas
Mata Garuda menyerahkan bantuan berupa belasan alat pelindung diri (APD) dalam
bentuk baju hazmat kepada IDI Kepri.
“Baju hazmat berwarna coklat ini bisa dicuci. Kami memberikan ini sebagai bentuk kepedulian kami pada tim medis yang berjuang di garis depan dalam penanganan Covid-19,” kata Ketua Komunitas Mata Garuda Kepri, Said Firdaus, Minggu (25/4/2020).
Untuk bisa mengumpulkan APD, Said mengatakan, Mata Garuda membuka donasi di
kalangan internal komunitas.

Sebagai informasi, Mata Garuda merupakan organisasi komunitas alumni penerima
beasiswa S2, S3 dari lembaga pengelola dana pendidikan (LPDP) Indonesia.
“Kalau di Kepri ini baru pertama kali terbentuk,” tuturnya.
Untuk APD dan bantuan lainnya yang telah diterima, IDI Kepri akan menyalurkannya
ke dua rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Batam, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah dan Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.
IDI Kepri mengakui APD sangat sulit didapat. Seandainya ada sekalipun, maka harganya juga tidak terjangkau.
Ketua IDI Kepri, Rusdani, pernah mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan pelayanan apabila APD tidak segera dipenuhi.
“Kami pastikan tidak akan memberikan pelayanan apabila APD tidak segera dipenuhi,” tegasnya.
APD ini sangat dibutuhkan untuk keselamatan dari rekan-rekan tim medis dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien positif Covid-19.(leo)
