batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan saat ini tengah menyiapkan konsep yang akan diterapkan dalam karantina wilayah yang akan dilaksanakan Pemko Batam. ”Kita sedang konsep,” kata Didi saat dihubungi melalui pesan singkat.
Dia belum bisa menginformasikan detail konsep yang akan diterapkan tersebut, termasuk indikator dalam penentuan zona nantinya, seperti jumlah kasus di satu kecamatan.
Berdasarkan data Covid-19 terbaru, saat ini ada 30 pasien positif Covid-19 di Batam. Lima di antaranya meninggal dunia (kasus 01, 03, 04, 10, dan 11). Dua sembuh (kasus 08 dan 23).
Jika dilihat per kecamatan, Batam Kota memiliki pasien positif terbanyak yaitu, 17 kasus dan 45 PDP. Disusul Sekupang lima positif dan 15 PDP. Kemudian Lubukbaja dua positif, 29 PDP. Satu dinyatakan sembuh.
Menyusul Seibeduk dua positif dan 12 PDP, Bengkong dua orang positif dan 17 PDP, Batuaji satu positif dan 26 PDP, Sagulung satu positif dan 22 PDP. Batuampar dan Nongsa belum ada positif, namun masing-masing ada sembilan PDP.
Untuk hinterland hingga saat ini belum ada pasien positif. Hanya Belakangpadang yang melaporkan satu PDP, Bulang satu PDP, dan Galang belum ada PDP.
Selain itu, sejauh ini sudah 1.757 orang sudah menjalani RDT dengan hasil 60 orang reaktif dan 1.697 nonreaktif.
Hingga saat ini, total PDP sebanyak 187 orang. 32 di antaranya meninggal dunia dengan rincian, 26 meninggal akibat penyakit peyerta, satu reaktif, dan lima positif Covid-19. Sedangkan ODP ada 2.294 orang.
Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan karantina wilayah akan disusun berdasarkan zona nantinya. Konsep akan disiapkan Dinkes Batam. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran.
Selama 14 hari warga diharapkan tidak keluar rumah, bila tidak ada kepentingan yang mendesak. Semua sudah mulai berjalan sekolah dari rumah, bekerja dari rumah, ibadah dari rumah.
”Jadi nanti saya minta perangkat RT mau membantu mengawasi warganya. Sembako sudah kami kasih, jadi tolong bantu pemerintah, agar virus ini cepat selesai,” harapnya.(yui/iza)
