Rabu, 29 April 2026

Perantau Minang! Anda Diminta Tidak Mudik

Berita Terkait

batampos.co.id – Semenjak Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), seluruh perbatasan kini ditutup. Penutupan itu untuk mencegah adanya perantau yang mudik.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, kepada seluruh perantau Minang diminta untuk jangan mudik dulu. Pasalnya kini seluruh perbatasan Sumbar sudah ditutup. Penutupan itu berdasar pada Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Masa Mudik Lebaran Tahun 2020.

“Seluruh perbatasan kita tutup. Kendaraan umum maupun pribadi tidak bisa masuk. Kalau nekat mudik, nanti disuruh balik di perbatasan Sumbar,” kata Irwan Prayitno di Dharmasraya seperti dilansir Antara, Minggu (26/4). Pada kesempatan itu Irwan Prayitno meninjau kondisi perbatasan daerah. Lokasi perbatasan yang ditinjau di antaranya adalah wilayah Dharmasraya.

Lebih jauh Irwan menyebut, permenhub nomor 25/2020 khusus tentang larangan kendaraan yang keluar dan masuk daerah yang menerapkan PSBB, seperti Sumbar. Aturan tersebut sudah diterapkan sejak 24 April hingga 31 Mei 2020. Nantinya bisa diperpanjang tergantung kebijakan pemerintah.

Adapun sarana transportasi darat yang dilarang ialah kendaraan bermotor umum, dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, sepeda motor, kapal angkutan penyeberangan, kapal angkutan sungai dan danau.

Larangan itu dikecualikan untuk kendaraan pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia, pejabat yang mengurus COVID-19, kendaraan dinas operasional dari TNI dan Polri. Pengecualian juga berlaku untuk kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah serta mobil barang dengan tidak membawa penumpang.

Bagi pengendara yang nekat tetap masuk atau keluar Sumbar akan disuruh putar balik sesuai dengan aturan permenhub tersebut.

“Mulai besok, Senin (27/4), posko perbatasan akan dijaga oleh aparat kepolisian dan TNI sehingga tidak ada yang bisa lolos lagi,” ujarnya.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska menambahkan, seluruh perangkat daearah kini semakin fokus memberikan penanganan Covid-19. Harapannya, penyebaran pandemi virus korona tidak semakin meluas.

“Penyebaran virus ini sangat cepat. Saya minta semua gugus tugas gencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, agar masyarakat benar-benar mengerti dan paham tentang bahaya penyebaran wabah Covid-19,” katanya.(jpg)

Update