batampos.co.id – Beberapa hari ke depan, angka Covid-19 Batam diperkirakan tidak akan mengalami penambahan. Bukan tidak ada kasus, namun Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam kembali kehabisan reagen, sehingga uji swab menggunakan polymerase chain reaction (PCR) kembali tertunda.
Sebelumnya, pada Jumat (24/4) lalu sempat datang 200 reagen, namun habis dalam waktu singkat, akibat banyaknya sampel yang diuji di Kepri. Hampir seluruh negara membutuhkan reagen tersebut, sehingga cukup sulit mendapatkan reagen di masa pandemi Covid-19.
Plt Kepala BTKLPP Kelas I Batam, Ismail, mengaku pemeriksaan PCR akan kembali dilakukan pada Rabu (29/4). “Saya dengar kabar reagen akan masuk di Batam, Selasa (28/4) sore. Jadi, bisa Rabu sudah dilakukan pengujian lagi,” katanya, kemarin.
Ia juga mengatakan, Jumat (24/4) lalu, BTKLPP direncanakan menerima sekitar dua boks reagen. Namun, karena harus dibagi ke daerah lain, sehingga hanya menerima satu boks reagen yang bisa digunakan untuk pengujian 200 sampel saja.
Saat ini, reagen yang ditunggu merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Tapi, ia mengaku tidak mengetahui, berapa jumlah reagen yang datang. Ia berharap reagen yang datang dalam jumlah banyak, sehingga mencukupi untuk pemeriksaan PCR bagi terduga Covid-19. “Semoga saja bisa cepat datang,” harapnya.
Ia menyebutkan, saat ini cukup sulit mendapatkan reagen tersebut. Karena semua pihak membutuhkan untuk pengujian Covid-19. “Terakhir pengujian dilakukan Minggu (26/4). Makanya dalam dua hari ini (Senin dan Selasa), tidak ada pengujian karena menunggu pasokan reagen,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, masih ada 40 sampel yang belum diuji menggunakan PCR. Namun, begitu reagen nantinya datang, ke-40 sampel tersebut langsung diperiksa.
“Sembari menunggu reagen datang, tim analis kami melakukan pembukaan sampel dan ektraksi terlebih dahulu. Sehingga begitu reagen datang, bisa langsung dilakukan pengujian. Jadi, tidak duduk saja, tetap bekerja,” ucapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan reagen, Pemprov Kepri meminta dukungan ke Kementerian Kesehatan. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan pihaknya sudah memesan 20 ribu reagen. “Reagen ini memang sangat kita butuhkan, agar seluruh swab dapat dideteksi apakah positif Covid-19 atau tidak. Awalnya, pihak produsen reagen menjanjikan dalam pekan ini mendistribusikan reagen tersebut ke Batam, namun sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujar Tjetjep, kemarin.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri tersebut mengatakan, jumlah yang dibutuhkan sebenarnya lebih dari angka tersebut. Menurutnya, jika bisa seluruh swab yang dikirim ke BTKLPP itu dapat dites dengan menggunakan PCR. Karena pasien dan tim medis butuh jawaban secepatnya. Disebutkannya, biaya untuk tes PCR itu mahal.
“Harga 20 ribu reagen itu saja Rp 6 miliar, karena itu pemeriksaan swab dapat dilakukan secara efesien dan optimal. Kami juga sudah meminta bantuan kepada Kemenkes agar reagen untuk Kepri disediakan lebih banyak atau sesuai kebutuhan,” jelasnya. (ska/jpg)
