batampos.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam Rahayuddin, mengatakan, peran transportasi dalam mendukung perekonomian daerah sangatlah besar.
Penutupan akses keluar masuk Batam sejak 25 April hingga 1 Juni 2020 diprediksi juga bakal berimbas terhadap menurunnya pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Transportasi merupakan salah satu indikator di dalam menghitung pertumbuhan
ekonomi daerah. Dengan adanya kebijakan penutupan akses keluar masuk ini jelas
akan mempengaruhi sisi ekonomi,” kata Rahayuddin.
Penutupan akses keluar masuk juga akan berdampak terhadap redistribusi ekonomi atau redistribusi kekayaan bakal terhambat.
Dalam artian, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah-daerah akan merasakan dampak dari kebijakan penutupan akses ini.

(25/12/2019) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id
“Misalnya orang naik pesawat kan beli oleh-oleh kalau bandara ditutup atau transportasi laut ditutup tentu tak akan lagi orang-orang yang akan belanja tersebut,” tuturnya.
Selanjutnya dari sisi bisnis dan ekonomi di masyarakat juga akan terganggu. Meskipun
pengiriman barang tidak terganggu dari kebijakan ini, namun sedikit banyaknya
akan berdampak terhadap pengiriman bisnis online.
“Artinya semua sektor akan terdampak dari penutupan angkutan ini,” beber Rahayuddin.
Selanjutnya dari sisi transportasi juga akan berpengaruh. Sebab dengan tidak adanya
larangan akses keluar masuk di Kota Batam, transportasi darat, laut dan udara sudah
babak belur akibat pendemi wabah virus corona.
“Apalagi sekarang sudah dilarang, bisa dipastikan pertumbuhan ekonomi daerah juga pasti akan turun,” tuturnya.
Rahayuddin mengaku masih menghitung pertumbuhan ekonomi Batam di bulan ini. Ia juga menjawab belum bisa mempublikasikan.
“Masih kita hitung (pertumbuhan ekonomi saat ini). Prediksi saya ke depan sektor transportasi akan kena. Pengiriman barang juga akan kena namun tidak akan terlalu terasa. Nanti 5 Mei kita publikasikan,” paparnya.(rng)
