batampos.co.id – Hingga Senin (27/4/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di
Kepri ada 86 kasus. Terdiri dari 57 kasus di Kepri dan 29 kasus dari klaster Rumah Sakit (RS) Khusus Infeksi Covid-19 Pulau Galang.
Meski dalam dua hari terakhir hanya terjadi tiga peningkatkan jumlah kasus positif Covid-19, yakni dua di Tanjungpinang dan satu di Kota Batam, Minggu (26/4) lalu, namun bukan berarti ancaman penyebaran Covid-19 terhenti.
Ancaman itu masih terus terjadi, meski sifatnya transmisi lokal, karena pintu masuk dan keluar dari Kepri sudah ditutup sejak 25 April lalu, seiring kebijakan pusat mengenai pelarangan mudik.
Ancaman nyata itu datang dari penambahan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), dan orang tanpa gejala (OTG).
“Hingga kemarin, di Kepri PDP bertambah sembilan orang menjadi 296 orang, ODP bertambah 17 orang menjadi 3.108 orang, dan OTG bertambah 30 orang menjadi 1.902 orang,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Mulyana, Senin (27/4/2020).

Tjetjep menyebutkan, untuk PDP, ODP, maupun OTG, Kota Batam masih mendominasi. Hingga kemarin, PDP di Batam mencapai 193 orang, ODP 2.310 orang, OTG 1.051 orang.
Sedangkan kasus positif masih 30 orang dengan rincian, 23 orang masih dirawat, dua orang sembuh, dan 5 orang meninggal dunia.
Menyusul Tanjungpinang dengan 59 orang PDP, 187 ODP, dan 498 OTG. Sementara kasus positif tetap 23 orang dengan rincian, dua masih dirawat intensif, 13 dikarantina, enam sembuh, dan dua meninggal dunia.
Kemudian Bintan 20 PDP, 113 ODP, dan 130 orang OTG. Kasus positif tetap dua orang
dengan satu orang meninggal dan satu lagi masih dalam perawatan.
Selanjutnya, Karimun dengan jumlah PDP sebanyak 16 kasus, 272 ODP, dan 213 OTG.
Kasus positif Covid-19 tetap dua orang, satu sembuh dan satu masih dalam perawatan.
Sementara Natuna hanya mencatatkan 4 PDP, 202 ODP, dan 10 OTG. Kasus positif masih nihil. Lalu Anambas dengan 4 PDP, 14 ODP, dan OTG serta positif nihil.
Terakhir, Lingga hanya mencatatkan 10 ODP, delapan sudah selesai pemantauan, sisa hanya dua orang masih dalam pemantauan.
Lingga terbilang zona paling hijau karena sejak awal sudah melakukan lockdown, sehingga penyebaran Covid-19 terputus.
Tjetjep kembali mengimbau masyarakat untuk tetap melaksanakan imbauan pemerintah. Ia yakin, jika masyarakat mematuhi hal itu, kasus Covid-19 di Provinsi Kepri bisa terus ditekan.
“Tanpa kerja sama dari masyarakat, tentunya segala upaya medis yang kita lakukan
terkesan sia-sia. Maka dari itu, butuh kerja sama semua pihak, sehingga wabah ini bisa segera berakhir di Provinsi Kepri,” harap Tjetjep.(jpg)
