batampos.co.id – Pendapatan Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam terjun bebas setelah adanya larangan mudik sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19.
Sebelumnya, pendapatkan Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) ini juga turun drastis karena jumlah penumpang yang setiap harinya mengalami penurunan.
Kini, melalui aturan Peraturan Menteri Perhubungan mengenai larangan pesawat komersial mengangkut penumpang yang berlaku sampai 1 Juni mendatang, membuat Hang Nadim kehilangan pendapatan.
“Berapanya (kehilangan pendapatan, red), waduh saya belum hitung-hitung,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, Minggu (26/4/2020).
Namun, ia memperkirakan untuk tarif PSC (passengers service charge) yang diberlakukan di Hang Nadim, satu orangnya ditarik Rp 60 ribu.
Saat normal kata dia, Hang Nadim melayani sekitar 6 ribu penumpang yang berangkat setiap harinya.
Apabila dihitung-hitung dari PSC saja, Hang Nadim sudah kehilangan pendapatan sebesar Rp 360 juta per hari. Itu baru PSC saja. Ada lagi pendapatan dari pesawat yang datang ke Hang Nadim.

“Secara keseluruhan itu, satu pesawat itu, landing fee jenis Boeing 737-900 biayanya sekitar Rp 750 ribu per pesawat,” ujarnya.
Bila dikalikan di saat normal ada sekitar 50 penerbangan seharinya, maka pendapatan
Bandara Hang Nadim yang hilang akibat dampak Covid-19 ini, sebesar Rp 37.500.000.
Sehingga jika ditotalkan sehari Bandara Hang Nadim diperkirakan kehilangan pendapatan Rp 397.500.000.
“Banyak pendapatan yang hilang,” ujarnya.
Selain itu, dampak larangan mengoperasikan pesawat komersil khusus penumpang ini dirasakan para tenan di Hang Nadim.
Puluhan tenan terpaksa menutup toko mereka sementara waktu. Demikian halnya para
pengemudi taksi dan porter di Hang Nadim juga merasakan dampak yang sama dari kebijakan ini.
Begitu juga para pengelola airlines. Walaupun tidak melayani penumpang, Suwarso mengatakan Bandara Hang Nadim masih tetap beroperasi 24 jam.
“Kami melayani kargo, dan mengantisipasi penerbangan yang membawa pasien Covid-19 ke Pulau Galang,” tuturnya.
Untuk kargo sendiri, Sabtu (25/4/2020), Bandara Hang Nadim melayani tiga penerbangan. Lalu di Minggu (26/4/2020) ada dua penerbangan.
“Semuanya ke Halim (Jakarta),” ucapnya.
Selain itu, Hang Nadim tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin melakukan refund atau reschedule jadwal penerbangan.
Penumpang dapat datang langsung ke konter maskapai di bandara. Namun, pengaturan waktu refund tiket ditentukan oleh pihak maskapai untuk menghindari terjadinya penumpukan di bandara dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.
“Kami juga tengah berkoordinasi intens dengan pihak maskapai untuk membantu
masyarakat dalam melakukan proses refund atau reschedule bagi calon penumpang yang sudah membeli tiket,” tambah Suwarso.
Selain itu, Bandara Hang Nadim juga tengah menyiapkan pengaturan parking stand pesawat yang akan parkir longstay pada periode ini. Sehingga tidak mengganggu operasional pesawat kargo atau pesawat yang membawa logistik yang masih beroperasi.(ska)
