batampos.co.id – Tokoh masyarakat Kepri, Soerya Respationo meminta pemerintah daerah untuk fokus menangani Covid-19, terutama kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh virus mematikan tersebut.
Soerya meminta semua pihak duduk bersama untuk mengatasi pandemi Covid-19.
“Semua pihak prihatin dengan keadaan sekarang ini dan hampirnya semuanya terdampak dari penyebaran Covid-19,” katanya, Selasa (28/4/2020).
Ketua DPD PDI Perjuangan Provisni Kepri itu, mengatakan, pemerintah harus bisa menciptakan kondisi aman dan tertib di masyarakat.
Jika tidak segera dilakukan akan berdampak buruk pada ekonomi dan tingkat kriminal meningkat.
“Kita tahu saat ini pertumbuhan ekonomi nasional turun drastis dan di Batam semuanya lumpuh, termasuk media massa,” paparnya.

Ia juga meminta agar pengusaha dan para karyawannya untuk duduk bersama menyelesaikan permsalahan yang sedang dihadapi.
“Pengusaha dan pekerja pasti sama-sama stres dengan keadaan saat ini,” kata dia.
Karena itu lanjutnya antara pengusaha dan pekerja dapat mengambil jalan tengah untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan ditengah pandemi Covid-19.
Wakil Gubernur Periode 2010-2015 itu meminta agar dalam pembagian sembako tidak harus melihat KTP.
Karena banyak warga di luar Batam, mengantungkan hidupnya di kota industri ini.
“Banyak masyarakat Kota Batam yang masih memegang KTP daerah asalnya dan mereka juga terdampak permasalahan ini,” jelasnya.
Karena itu kata dia, pemerintah harus benar-benar memanfaatkan APBD dan bantuan-bantuan yang diterima untuk seluruh masyarakat Kota Batam tanpa terkecuali.
“Tidak ada yang tidak terdampak saat ini, semua prihatin, mari kita berdoa dan saling menguatkan agar Covid-19 segera bisa berakhir,” ucap Soerya.
Pada Selasa (28/4/2020), Soerya jugamenyambangi kantor Harian Posmetro Batam untuk memberikan bantuan paket sembako, hand sanitizer dan masker kain.
Soerya datang bersama Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Widiastadi Nugroho dan
Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Putra Yustisi Respaty (esa)
