Minggu, 5 April 2026

Gerindra Kecam Impor Jamu Tiongkok untuk Pasien Positif Corona

Berita Terkait

batampos.co.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengecam Satgas Covid-19 DPR yang mengimpor obat herbal dari Tiongkok tanpa ada kejelasan dari BPOM. Ramuan itu kabarnya sudah ada di RS Rujukan untuk diberikan pada pasien positf Corona.

“Perlu kita pertanyakan rasa nasionalisme Satgas Lawan Covid-19 DPR ini. Padaha para pengusaha jamu di Indonesia bisa membuat ramuan herbal tersebut,” ujar Arief kepada wartawan, Selasa (28/4).

Arief mengatakan, Tiongkok saja masih belum mampu mengatasi pasien yang terdampak Korona. Namun malah Satgas Covid-19 DPR melakukan impor herbal dari negara tempat asal virus itu berasal. Tentu saja hal ini perlu dipertanyakan. Ada apa? kenapa sampai harus impor herbal?

“Tiongkok saja enggak sanggup menangani Covid-19 pake jamu herbalnya. Ini kok malah percaya dengan herbal-herbal impor dari Tiongkok,” tegasnya.

“Memang sudah ada data yang valid kalau Tiongkok sendiri sudah bebas dari virus Korona yang dihasilkan oleh negara Tiongkok,” tambahnya.

Arief berpesan supaya Satgas Covid-19 DPR ini berhati-hati dalam melakukan impor obat herbal dari Tiongkok tersebut. Karena bisa saja obat hebal tersebut terkontaminasi ‎virus Korona.

“Jadi masyarakat harus hati-hati loh herbal minuman dan makanan impor dari Tiongkok bisa jadi sumber virus Korona,” ungkapnya.

Arief menambahkan, merujuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang aktif mengkonsumsi rempah-rempah dari Indonesia. Sejatinya hal ini bisa ditiru oleh Satgas Covid-19 DPR sehingga tidak melakukan impor.

“Yuk kita tiru Mas Jokowi yang cinta produk-produk herbal Indonesia. Dengan demikian kita turut juga membesarkan jamu Indonesia dan para petani herbal di Indonesia,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia, Ingrid Tania‎ mengatakan banyak dokter yang bertanya kepadanya mengenai obat yang didatangkan oleh Satgas Covid-19 DPR.

Hal itu karena para dokter yang bertugas khawatir dan takut menggunakan obat yang diberikan oleh Satgas Covid-19 ini.

“Kalau diberikan ke pasien mereka takut pertanggungjawaban kalau sampai terjadi sesuatu,” ujar Ingrid dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (27/4).

Ingrid menegaskan dalam obat herbal yang didatangkan dari Tiongkok tersebut tidak tertera komposisinya. Karena yang tertera hanya cara pemakaiannya bagi pasien.

“Sehingga dokter pada binggung tanya ke saya ini apa isinya. Saya bilang saya tidak tahu,” katanya.

Protes juga diungkapkan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu, Dwi Ranny Pertiwi mengeluhkan dengan Satgas Covid-19 DPR yang mengimpor jamu tradisional asal Tiongkok untuk bisa digunakan di dalam negeri.

“Saya melihat ada Satgas Covid-19 DPR ini impor jamu dari Tiongkok secara besar. Saya orang Indonesia Ketua Umum GP Jamu saya keberatan,” ujar Dwi.

Dwi mengeluhkan karena jamu yang diimpor oleh Satgas Covid-19 DPR ini dari Tiongkok ini bahan bakunya semua ada di Indonesia. Sehingga, Gabungan Pengusaha Jamu seperti tidak dianggap oleh Satgas Covid-19 DPR ini.

“Yang saya tahu jamu impor yang diberikan Satgas DPR ini kami juga bisa membuatnya. Jadi kami keberatan ternyata kami dari jamu Indonesia tidak dianggap Satgas DPR ini,” katanya.

Dwi mengatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga tidak diajak berbicara oleh Satgas Covid-19 DPR dalam mengimpor jamu asal tiongkok tersebut. Sehingga hal itu membuat para pengusaha jamu bertanya-tanya.(jpg)

Update