batampos.co.id – Ada pemandangan tak biasa dilakukan kalangan ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah Tanjunguncang.
Duduk di teras dengan tetap menjaga jarak atau social distancing, kalangan ibu rumah tangga itu berbincang sembari menusuk tumpukan kantong plastik.
Setelah ditusuk, kantong itu dipakaikan tali. Bagi warga Batam, kantong plastik bertali di bagian atasnya itu mungkin sudah familiar dilihat dan biasanya digunakan untuk wadah makanan atau minuman.
Kantong-kantong ini berukuran untuk kemasan satu kilogram, setengah kilogram dan seperempat kilogram. Upah yang yang diterima ibu-ibu ini per kilogram plastik yang berhasil ditusuk bervariasi.
Yang satu kilogram biasanya dihargai Rp 5 ribu, dengan jumlah sebanyak 1.200 lembar kantong.

Sedangkan kantong ukuran setengah kilogram, dihargai Rp 10 ribu dengan banyaknya kantong 1.200 lembar, sementara yang seperempat kilogram dihargai Rp 5 ribu, juga sebanyak 1.200 lembar.
Biasanya, para ibu ini baru mendapatkan upah seminggu sekali. Karena, rata-rata seminggu lamanya mereka baru siap menusuk kantong tersebut.
Jumlah kantong yang ditusuk tidak banyak, ada yang 3 kg atau 5 kg banyaknya, dengan
upah mulai dari Rp 15 ribu saja.
”Apa saja kita kerjakan yang penting menghasilkan uang dan halal. Apalagi zaman
susah sekarang ini. Ditambah musim wabah corona (Covid-19), semua terbatas, harus menjaga jarak, harus di rumah, banyak pekerja dirumahkan dan di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),” ujar Yeni, 39, salah satu ibu rumah tangga yang ikut menusuk plastik tersebut.
Para ibu-ibu itu berharap wabah ini cepat selesai. Pasalnya, semua mengaku merasakan himpitan ekonomi akibat Covid-19.
Dahlia, salah satu warga yang ikut menusuk kantong plastik mengatakan, hasil aktivitas itu biasanya hanya cukup untuk beli jajan anaknya.
”Cuma 3 kg dapatnya, hanya dapat sekitar Rp 15 ribu selama seminggu,” katanya.(ali)
