batampos.co.id – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam sudah mulai
menerapkan Pembatasan Sosial Skala Kecamatan (PSSK).
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, dengan penerapan PSSK diharapkan Batam akan membaik dua pekan jelang Idulfitri.
Model kegiatan ini seperti yang kini sedang dilakukan, hanya saja intensitas ditingkatkan.
“Lebih meningkatkan volume aksi tentang pengetatan yang kita lakukan sekarang,” katanya, Rabu (29/4/2020).
Ketua Harian Gugas Penanganan Covid-19 tingkat Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, intensitas ini terutama dilakukan di lokasi-lokasi prioritas seperti Batam Kota, Sagulung, Bengkong, Sekupang, Batuaji, dan Seibeduk.
Untuk diketahui lokasi-lokasi ini telah terdapat pasien positif Covid-19.
“Kalaulah boleh kita sebut zona merah. Kita tingkatkan di enam wilayah ini,” katanya.
Di kecamatan-kecamatan ini, tim akan menyisir lebih intens titik keramaian, dari pasar tradisional, pasar kaget, kedai kopi, tongkrongan ataupun rumah makan, dan lain-lain.

Menurut Amsakar, kemarin, pihaknya telah membagi habis tugas kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Batam untuk mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait di wilayah tugasnya masing-masing, seperti dengan Polsek, Koramil, lurah hingga RT/RW.
“Sekarang ini seolah petugas pergi lalu mereka kumpul lagi. Sekarang tidak bisa lagi
kami perketat dan terus mengevaluasi,” imbuhnya.
Sembari menunggu pelaksanaan PSSK ini, yang kini sudah dilakukan terus berjalan. Ia menyebut dua pekan pasca dilakukan kegiatan harus benar-benar intensif.
“Hari ini (kemarin, red) kami koordinasikan, Sabtu bisa jalan. Kalau bisa cepat bisa selesai. Lebih cepat lebih baik, kalau bisa lusa juga kita lakukan. Kami ingin dua pekan jelang Idulfitri keadaan di Batam membaik,” harapnya.
Selain enam wilayah tersebut, kecamatan yang sudah ada pasien Covid-19, yakni Lubukbaja.
Namun, lanjut Amsakar, kecamatan ini tidak masuk dalam daerah prioritas
karena sejak awal intesitas penanganan Covid-19 di daerah tersebut sudah lebih baik.
“Lubukbaja sejak awal sudah masif. Penyisiran hingga razia malam dan akan terus berlangsung,” tuturnya.
Selain itu, tim juga akan kembali menyisir Orang Dalam Pemantauan (ODP). Selanjutnya mereka akan diminta ikut rapid test.
“Akan disesuaikan dengan ketersediaan alat kita di puskesmas wilayah masing-masing,”
terangnya.(iza)
