Kamis, 30 April 2026

Pemko Batam Akui Ada ASN yang Terima Sembako Gratis, Tapi…..

Berita Terkait

batampos.co.idPemko Batam langsung menelusuri informasi terkait adanya ASN yang menerima paket sembako gratis yang disalurkan untuk masyarkaat kurang mampu.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Batam, Azril Apriansyah, mengatakan, berdasarkan informasi dari kecamatan, memang ada ASN yang mendapatkan sembako saat pendistribusian.

“Namun ASN tersebut langsung mengembalikan ke tim untuk diberikan ke warga lain yang lebih berhak,” katanya, Kamis (30/4/2020).

Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, pernah menyampaikan dalam pendistribusian sembako gratis pasti ada ketidaksempurnaan.

“Kesalahan seperti ini mungkin saja terjadi. Tapi perlu diketahui, ASN sudah sangat mengerti arahan pimpinan. Begitu menerima, mereka langsung mengembalikan,” ujarnya.

Azril mengatakan, hal ini akan menjadi bahan evaluasi dalam pengumpulan data dan verifikasi ke depan. Sehingga pendistribusian sembako kepada warga terdampak lebih tepat sasaran.

Perangkat RT/RW membawa bantuan sembako dari Pemko batam yang diambil dari kantor Lurah
Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (22/4/2020). Saat ini Camat sedang mendata ulang daftar penerima bantuan sembako tahap dua. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Awal Mei nanti akan ada pembagian sembako tahap II. Tentu tim akan memverifikasi kembali penerima bantuan selanjutnya,” kata dia.

Ia menjelaskan, Pemko Batam menggelontorkan 192 ribu paket sembako gratis untuk meringankan beban masyarakat terdampak covid-19.

Sembako yang dibagikan di tahap pertama ini sejatinya adalah program sembako bersubsidi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Namun atas kebijakan Wali Kota Batam, Muhamamad Rudi, sembako bersubsidi tersebut diubah menjadi sembako gratis.

Dalam pendistribusiannya, Pemko Batam melalui camat dan lurah dibantu unsur pimpinan kecamatan (uspika), RT/RW, beserta tokoh masyarakat. Mulai dari pendataan, verifikasi, sampai penyaluran ke rumah-rumah warga.

Wali Kota dalam arahannya telah menegaskan bahwa bantuan ini diperuntukkan bagi warga kurang mampu dan masyarakat yang terdampak covid-19.

Termasuk para pekerja yang dirumahkan sementara akibat perusahaannya tak beroperasi. Serta pekerja harian yang berkurang atau bahkan hilang pendapatannya akibat kebijakan social distancing.

Dari sekitar 415 ribu kepala keluarga di Batam, terdata sekitar 260 ribu kepala keluarga yang terdampak.

Karena itu tak semua kepala keluarga menerima bantuan sembako ini. Di antara yang tak menerima bantuan adalah aparatur sipil negara (ASN), pejabat, pengusaha besar.

“Pak Wali sudah menegaskan bahwa tidak boleh ada ASN yang menerima bantuan sembako ini. Karena ASN dianggap masih mampu,” jelas Azril.(*/esa)

Update