batampos.co.id – Sebanyak 154 orang yang melakukan kontak primer dengan kasus positif Covid-19 terus dilakukan pengawasan bahkan sampel swab mereka sudah diambil dan sedang di uji di Balai Teknologi Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam.

Pelaksana Tugas BTKLPP Batam, Ismail Damhuji, menyebutkan, sampel tersebut sampai ke BTKLPP Batam sejak Kamis (30/4/2020) dan Jumat (1/5/2020).

Hasilnya kata dia, akan diumumkan secara bertahap tergantung hasil pemeriksaan.

“Kami perkirakan Selasa atau Rabu tuntas semua pemeriksaan swab ini. Begitu ada hasilnya kami akan informasikan ke Dinkes,” kata Ismail, Jumat (1/5/2020).

Ia menyebutkan, bantuan reagen dan dari berbagai pihak beberapa waktu lalu membuat
kegiatan pemeriksaan sampel di BTKLPP berjalan lancar.

Untuk diketahui, proses ekstraksi di BTKLPP sempat terkendala akibat habisnya stok
reagen, beberapa waktu lalu.

“Sehari paling tidak bisa running 48 sampel,” imbuhnya.

Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sedang memeriksa sampel swab suspect corona, pekan lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusumarjadi, menambahkan, 154 sampel swab ini sebagian besar statusnya sebagai kontak primer dari pasien Covid-19 di Batam.

Sisanya mereka yang sebelumnya menjalani pemeriksaan rapid test dengan hasil reaktif dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Iya, mayoritas itu hasil penelusuran kontak primer,” kata Didi.

Pengambilan swab dibantu sejumlah rumah sakit dan balai kesehatan di masing-masing kecamatan. Di antaranya dari:

  1. Rumah Sakit Awal Bros Batam 28 orang.
  2. RSUD Embung Fatimah 22 orang.
  3. RS Elisabeth 45 orang.
  4. RSBP 32 orang.
  5. RS Budi Kemuliaan 27 orang.

Sebelumnya, Didi menjelaskan, jika ada beberapa pasien positif Covid-19 Kota Batam yang telah menjalani swab dengan hasil negatif.

Mereka akan menjalani pemeriksaan swab lanjutan untuk memastikan status mereka, apakah sudah sembuh atau masih harus menjalani masa karantina.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan bantuan reagen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Jumlahnya 10 ribu reagen Polymerase Chain Reaction (PCR), dan 7.500 ektrasi RNA. Selain itu, Pemprov Kepri juga mendatangkan sebanyak 1.500 ektrasi RNA.

Ismail menyebutkan, stok reagen dan komponen lain yang uji swab menggunakan
PCR bisa untuk pengujian 9.000 sampel swab.

“Cukup lah selama tiga bulan ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, pihak BTKLPP, Pemerintah Kota Batam dan Pemprov Kepri, juga terus berupaya mengadakan sebanyak mungkin cadangan reagen dan ektrasi.

Hal ini, agar dapat terus melakukan pengujian sampel swab pasien terduga Covid-19.

“Kemungkinan akan datang lagi, minggu kedua atau ketiga Mei ini,” ujarnya.

Ia mengaku, dengan banyak jumlah reagen dan ektrasi yang datang, membuat BTKLPP
bisa melakukan pengujian lebih banyak lagi.

Ia membenarkan saat 154 sampel swab yang sedang dikerjakan merupakan sampel warga yang melakukan kontak primer dengan pasien positif Covid-19.

“Pengambilan sampel swabnya sudah kami lakukan sejak kemarin (Kamis, 30/4/2020). Mereka ini (warga terdeteksi kontak primer dengan pasien Covid-19) tersebar di lima
rumah sakit seperti disebutkan Dinkes Batam,” ujarnya.

Cepatnya pengambilan swab ini, kata Ismail, akan dapat memetakan langsung siapa yang terjangkit atau tidak.

Sehingga, bisa dengan cepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kepri. Ia berharap dengan banyaknya uji PCR, penyebaran Covid-19 bisa terus ditekan.

“Semoga setelah puasa ini bisa selesai, dan tidak ada lagi yang positif,” harapnya.(iza/ska)