batampos.co.id – Bagi masyarakat Tanah Air yang suka berbelanja atau berjualan secara daring perlu lebih hati-hati. Platform e-commerce Tokopedia ditengarai memiliki keamanan data yang lemah. Sebanyak 15 juta data pengguna dikabarkan bocor.

Tidak hanya itu, data 15 juta pengguna Tokopedia itu diduga juga diperjualbelikan di internet. Dugaan kebocoran data Tokopedia itu diungkap oleh warganet di media sosial Twitter dengan nama akun @underthebreach, belum lama ini.

Akun yang mengklaim sebagai layanan pengawasan dan pencegahan kebocoran data asal Israel itu, mengunggah tangkapan layar soal data Tokopedia yang bocor lewat Twitter.

Di dalam tangkapan layar tersebut yang dibuat dalam bentuk database itu menampilkan berbagai informasi penting. Di dalam tabel terdapat nama akun, alamat email, tanggal lahir, waktu login terakhir, nomor telepon, dan data lain dari pengguna.

Dari 15 juta data pengguna yang bocor itu, akun @underthebreach mengklaim masih memiliki banyak data pengguna lain yang disimpan. Data tersebut disimpan dalam sebuah file database dengan format PostgreSQL.

Adapun isinya berupa hash password, nama, dan alamat e-mail, tanggal lahir, kode aktivasi e-mail, kode reset password, detail lokasi, ID messenger, hobi, pendidikan, waktu pembuatan akun, hingga waktu terakhir log-in.

Tak hanya itu, sang hacker juga membagikan informasi melalui forum online bahwa dirinya tengah mencari bantuan dari hacker lainnya untuk dapat membuka data password dari database yang telah ia dapatkan.

VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini langsung menanggapi isu kebocoran data tersebut. Dia mengatakan, Tokopedia memastikan informasi penting dari pengguna tetap terlindungi.

“Kami memastikan informasi penting terkait data pengguna seperti password, tetap berhasil terlindungi,” ujar Nuraini melalui pesan singkatnya dilansir dari JawaPos.com, Minggu (3/5).

Sebelumnya, kasus serupa juga dialami platform e-commerce Bukalapak. Dalam kabar itu disebutkan bahwa 13 juta data pengguna Bukalapak dicuri hacker asal Pakistan bernama Gnosticplayers.

Dikutip dari laman TheHackerNews, hacker tersebut mengklaim telah meretas puluhan situs populer dan menjual hasil retasannya di dark web. Nama Bukalapak masuk ke dalam daftar situs yang diretas.

Gnosticplayers mengaku telah meretas 890 juta akun pengguna dari 32 situs populer beberapa waktu lalu. Data yang diperolehnya kemudian dijual kepada enam dark web dalam empat putaran. Tiga putaran di antaranya telah dilakukan ke dark web bernama Dream Market pada bulan lalu.(jpg)