Kamis, 16 April 2026

Hilang Kendali Trailer Tabrak Pembatas Jalan dan Dua Pengendara Motor, Kejadiannya di Southlink

Berita Terkait

batampos.co.id – Trailer atau truk berukuran panjang menabrak pembatas dan dua pengendara sepeda motor di ruas Jalan Gajah Mada, Tiban, Kota Batam.

Kecelakaan bermula saat trailer melaju dari arah
Batuampar-Sekupang. Trailer yang diketahui milik PT Asean Indah Engineering ini mengangkut pelat baja dengan beban mencapai
30 ton dan tidak diikat.

Trailer langsung kehilangan kendali ketika melintas di badan jalan yang menanjak.

“Pas tanjakan mobilnya laju pelan di sebelah kanan jalan. Tiba-tiba langsung belok ke kiri,” ujar Rahmat, salah seorang pengendara dan saksi mata di lokasi.

Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Hanya saja dua pengendara motor dilarikan ke RSBP karena mengalami luka di bagian kaki, wajah, dan tangan.

Trailer BP 8305 ZE yang melebihi muatan menabrak pembatas jalan dan dua pengendara motor di Southlink, Tiban. Foto: Istimewa untuk Batam Pos

“Tadi korban ditolong warga yang melintas. Untung tidak terlindas,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Yunita Stevany, mengatakan, kecelakaan diakibatkan sopir trailer yang hilang kendali.

“Sopirnya sudah kita amankan. Saat kejadian akses jalan dialihkan menjadi satu jalur, hingga trailer selesai dievakuasi,” kata Yunita.

Kabid Angkutan Jalan Dishub Kota Batam, Syafrul Bahri, mengatakan, dari hasil pemeriksaan, trailer tersebut mengangkut muatan pelat baja melebihi muatan atau kapasitasnya 20 feet (22 ton).

Kata dia trailer masih layak pakai dan masa KIR trailer tersebut akan berakhir pada September 2020 mendatang.

“Memang melebihi kapasitas, ditambah muatannya itu tak diikat. Jadi saat tanjakan, be- bannya bergeser hingga trailer hilang kendali,” kata Syafrul.

Syafrul menjelaskan kecelakaan truk atau trailer yang disebabkan muatan melebihi kapasitas memang kerap terjadi.

Menurut dia, hal ini disebabkan beberapa perusahaan tak mematuhi aturan maupun imbauan Dishub Batam.

“Kita sering lakukan razia, dan muatan angkutan-angkutan ini selalu pas. Berarti perusahaan ini kucing-kucingan,” katanya.

Syafrul mengaku, Dishub Batam selalu melakukan penjelasan dan imbauan kepada perusahaan maupun para sopir tentang bahayanya membawa kendaraan melebihi kapasitas.

“Bahkan di grup WA (WhatsApp) kita selalu sampaikan imbauan. Tidak hanya membahayakan sopir, tetapi membahayakan pengendara lainnya,” tutupnya.(opi)

Update