batampos.co.id – Hanafi Rais resmi mengundurkan diri dari Partai Amanat Nasional (PAN). Anak Amien Rais yang duduk sebagai Ketua Fraksi PAN di DPR itu juga menyatakan mundur dari DPR periode 2019-2024.

Saat dikonfirmasi kepada politikus PAN yang juga loyalis Amien Rais, Asri Anas mengatakan, dirinya membenarkan pengunduran diri Hanafi Rais. Ia juga sudah menghubungi Hanafi Rais ihwal pengunduran diri dari PAN.

“Saya sudah konfirmasi sama Hanafi Rais. Itu benar mundur seperti di surat,” kata Asri Anas kepada wartawan, Selasa (5/5).

Sementara terpisah, dilansir JawaPos.com, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengaku belum menerima adanya surat pengunduran diri Hanafi Rais yang masuk ke Sekretariat DPP PAN.

“Saya belum mendengarnya dan belum menerima surat yang telah beredar,” ujar Eddy.

Namun demikian, Eddy mengatakan PAN menghormati keputusan Hanafi Rais ihwal pengunduran dirinya tersebut.

“Pada prinsipnya kami menghormati sikap dan keputusan setiap kader PAN dalam membaktikan dirinya kepada partai dan masyarakat, baik dalam struktur partai maupun luar,” kata Eddy.

Eddy mengaku percaya bahwa setiap insan politik dapat berbakti dan berkontribusi secara aktif kepada masyarakat sesuai dengan cara yang dianggap terbaik bagi dirinya masing-masing.

Adapun JawaPos.com sudah berusaha menghubungi Hanafi Rais untuk meminta penjelasan ihwal pengunduran dirinya dari PAN tersebut. Namun Hanafi Rais belum meresponsnya.

JawaPos.com pun mendapatkan salinan surat pengunduran diri Hanafi Rais dari PAN. Berikut ini isi surat pengunduran diri Hanafi Rais:

“Pasca-kongres Februari lalu, saya punya harapan dan berlkhtiar agar PAN bisa menegakkan prinsip keadilan untuk menjaga keutuhan dan kebersamaan sesama kader. Kita semua tahu bahwa PAN telah melewati proses kongres yang sarat dengan kekerasan dan mencoreng wajah partai sendiri. Kita hendaknya sudah dan terus mentaubati apa yang telah terjadi jika ingin Allah ridha dengan partai ini”

‎”Saya menilai PAN melewatkan momentum di atas untuk memperbaiki diri lebih bijaksana dalam berorganisasi dan bersikap. Kecenderungan melakukan konformitas terhadap kekuasaan, sekalipun didahului dengan kritik-kritik, bukan sikap yang adil di saat banyak kader dan simpatisan menaruh harapan PAN menjadi antnesis dari pemegang kekuasaan. Allaahu ‘alilmun bidzaatish shuduur. Allah Maha tahu segala isi hati”.

“Oleh karenanya, bersama surat ini, saya menyatakan mengundurkan diri dari Kepengurusan DPP PAN 2020-2025, dari Ketua Fraksi PAN DPR RI, dan dari anggota DPR RI Fraksi PAN 2019-2024”.

“Hanya ridha Allah yang saya tuju. Mohon maaf lahir dan batin atas segala kekurangan saya. Semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan saya dan kita semua”.(jpc)