batampos.co.id – Pada masa pandemi Covid-19 Jumlah pasien umum yang berobat ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji turun drastis.
Hal ini dikarenakan sebagian masyarakat khawatir untuk berobat ke rumah sakit bertipe B plus ini karena menjadi rujukan untuk menangani pasien Covid-19.
Direktur RSUD Embung Fatimah Batam, Ani Dewiyana, mengatakan, penurunan pasien umum mencapai angka 50 persen dari jumlah rata-rata pasien per hari sebelum pendemi Covid-19.
”Baik rawat inap maupun rawat jalan (poliklinik) semua berkurang. sekitar 50 persen penurunannya,” sebut Ani.

dengan pasien covid-19 yang
sembuh dan
hendak pulang dari RSUD Embung
Fatimah, Batuaji, Minggu (3/5/2020). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Penurunan ini, kata Ani, bisa saja karena kekhawatiran masyarakat terhadap virus yang menggemparkan dunia ini.
Namun demikian, Ani memastikan bahwa kekhawatiran itu tidak benar adanya.
Sebab, gedung untuk layanan pasien Covid-19 terpisah dengan gedung layanan medis pasien umum lainnya.
”Sebenarnya tak ada yang perlu dikhawatirkan. Bagaimanapun kita punya protap (prosedur tetap) penanganan yang sesuai dengan standar dari Kemenkes,” jelasnya.
Ia menjelaskan, gedung untuk menangani pasien Covid19 terpisah dari ruang rawat inap dan layanan medis lainnya.
“Petugas medis pun tidak sama,” ujar Ani.
Khusus untuk penanganan pasien Covid-19, RSUD Embung Fatimah Batam memiliki gedung tersendiri yang diberi nama Tun sendari Terpadu.
Gedung ini berada di belakang gedung rawat jalan dan IGD. Gedung tersebut kata dia, memiliki 16 ruangan isolasi, dua ruangan ICU dengan total tempat tidur 24 unit.
”Aman sebenarnya cuma kalau orang kuatir ya mau bilang apa. Tapi ada sisi baiknya juga, dengan penurunan pasien umum, kami lebih fokus untuk menyembuhkan pasien Covid-19,” ujar Ani.(eja)

