Sabtu, 20 Juni 2026

Selain Jemaah Tablig asal India, Tenaga Kesehatan dan Penjaga Masjid juga Positif Covid-19

BACA

batampos.co.id – Jumlah kasus positif Covid-19 bertambah. Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 tersebut terjadi di Kota Batam.

“Di Batam selain ada penambahan lima kasus positif, juga ada satu pasien positif Covid-19 yang meninggal. Kemudian Karimun mencatatkan kasus kesembuhan yang ketiga. Selain itu di Bintan satu pasien positif Covid-19 sudah dinyatakan sembuh,” ujar Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri tersebut juga menambahkan, selain tambahan lima kasus positif dari Batam, kemarin, angka pasien positif yang dinyatakan sembuh juga naik menjadi 53 kasus (29 lokal, 24 klaster RS Khusus Covid-19).

Sementara itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat Kota Batam mencatat, hanya ada empat pasien positif Covid-19 baru. Pertama, pasien close contact dengan kasus 18 dan satunya merupakan WNA India.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat Kota Batam Muhammad Rudi memaparkan, close contact dengan kasus 18 merupakan perempuan 36 tahun yang berprofesi sebagai guru dan warga Batam Kota. Selanjutnya sesuai penomoran disebut kasus baru No. 31 Kota Batam. Yang bersangkutan dirujuk ke RSUD Embung Fatimah.

”Yang bersangkutan menyatakan pernah mendampingi temannya (kasus 18) saat dirawat salah satu RS swasta di Kawasan Batam Centre tanggal 20–22 Maret. Setelah itu tidak pernah contact fisik lagi kecuali hanya melalui telepon seluler,” papar Rudi.

Rudi melanjutkan, kasus 31 mengikuti dua kali tes rapid. Pertama 17 April dengan hasil reaktif. Kemudian 27 April dengan hasil juga reaktif. ”Pada 30 April 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui pada tanggal 3 Mei 2020 dengan terkonfirmasi positif,” ujar Rudi.

Kedua, laki-laki berinisial SAA,56. Dia jemaah masjid di Sekupang. Dia merupakan kasus baru No. 32 Kota Batam. Yang bersangkutan tiba di Batam (Pelabuhan Batam Centre) pada tanggal 2 Maret menggunakan kapal laut dari Singapura. Selanjutnya tinggal dan menetap bersama komunitasnya di mes masjid tersebut.

”Pada 12 April 2020 yang bersangkutan dirawat di salah satu RS swasta di Kawasan lubukbaja sehubungan dengan gangguan infeksi pada kaki kanannya akibat penyakit gula yang dideritanya. Setelah dilakukan tindakan debridement dan perawatan diperbolehkan pulang pada 15 April. Namun sebelumnya telah dilakukan RDT dengan hasil nonreaktif,” terangnya.

Kemudian pada 29 April 2020 yang bersangkutan dibawa ke UGD RSUD Embung Fatimah Batam sehubungan dengan kondisi badannya yang lemah, karena sejak beberapa hari sebelumnya tidak mau makan bahkan obat-obatan yang diberikan dari RS tempat dirawat tidak diminum. Hasil pemeriksaan laboratorium kadar gula darahnya ternyata tidak terkontrol.

Selanjutnya yang bersangkutan dirawat di bangsal biasa RSUD untuk pasien penyakit dalam, dan dilakukan RDT dengan hasil reaktif.

”Berdasarkan hasil RDT tersebut, keesokan harinya, 30 April perawatan yang bersangkutan dipindahkan ke ruang isolasi Tun Sundari RSUD Batam dan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui 3 Mei dengan terkonfirmasi positif,” ujar Rudi.

Ketiga, seorang perempuan berinisial NM berusia 41 tahun berstatus ASN-Nakes yang beralamat di Perumahan Batam Centre, merupakan kasus baru No. 33 Kota Batam. Dia merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di salah satu puskesmas di Kota Batam dan yang pada 24 Maret close contact dengan kasus terkonfirmasi positif No. 08 Kota Batam yang saat ini sudah sembuh guna melakukan pemeriksaan kesehatan di rumahnya.

Kemudian pada 9 April dilakukan RDT dengan hasil nonreaktif selanjutnya diulang kembali pada 17 April dan ternyata hasilnya juga nonreaktif. Bersama dengan rekan sejawatnya yang pada 30 April 2020 yang bersangkutan dilakukan pemeriksan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui kemarin terkonfirmasi positif.

Rudi mengatakan, sejauh ini, kondisi yang bersangkutan cukup stabil dan tidak pernah merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti. ”Yang bersangkutan dirujuk ke RSUD Embung Fatimah Kota Batam untuk penanganan lebih lanjut.”

Keempat, seorang laki-laki berinisial I berusia 49 tahun. Dia adalah garin atau penjaga masjid yang beralamat di Batam Centre, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Dia merupakan kasus baru No. 34 Kota Batam.

Pada 27 April yang bersangkutan berobat di salah satu klinik di sekitar tempat tinggalnya karena mengalami keluhan demam, batuk, dan pilek disertai sesak napas. Namun demikian, keluhan yang dialaminya tersebut tidak berkurang, sehingga pada 29 April yang bersangkutan kembali berobat ke salah satu rumah sakit swasta di Batam Centre dan dilakukan pemeriksan diagnostik laboratorium dan rontgen thorak dengan kesimpulan Broncopneumonia+ Cardiomegali.

Selanjutnya, tim medis yang menanganinya kembali melakukan pemeriksaan lanjutan berupa tindakan RDT yang mana hasilnya menunjukkan reaktif (IgG,IgN) yang akhirnya ditetapkan sebagai PDP dan harus dirawat di ruang isolasi.

Mengingat keterbatasan ruangan isolasi pada rumah sakit tersebut, pasien ini akhirnya dirujuk ke salah satu rumah sakit swasta lainnya di lubukbaja. Guna penanganan kelanjutan perawatan kepada yang bersangkutan, kemudian pada 1 Mei tim medis melakukan pemeriksaan swab tenggorokan dan diperoleh hasilnya kemarin dengan kesimpulan terkonfirmasi positif.

”Sejauh ini kondisi yang bersangkutan di ruang isolasi rumah sakit tersebut, terpantau semakin membaik dan cukup stabil keadaannya,” ujar Rudi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebutkan empat kasus ini merupakan bagian dari 154 penyisiran beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan, sementara yang sudah diperiksa swab-nya sebanyak 71 orang.

”Sebanyak 69 hasilnya negatif, lalu dua di antaranya dua positif. Sebagian belum keluar,” kata Didi, Senin (4/5) siang.(jpg/iza/ska)

spot_img

Baca Juga