batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penduduk usia kerja Indonesia pada bulan Februari 2020 mencapai 199,38 juta orang. Angka itu terdiri dari angkatan kerja sebanyak 137,91 juta orang, dan bukan angkatan kerja sebanyak 61,47 juta orang.
Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan, jumlah penduduk usia kerja pada Februari 2020 mengalami peningkatan 2,92 juta orang dibandingkan Februari 2019 (year-on-year/YoY). Dari jumlah tersebut, yang masuk kategori angkatan kerja sebanyak 1,73 juta orang, sedangkan yang bukan angkatan kerja sebanyak 1,19 juta orang.
Dari kategori angkatan kerja yang sebanyak 137,91 juta orang, jumlah orang yang bekerja sebanyak 131,03 juta orang, atau naik 1,67 juta orang dibandingkan Februari 2019. Sementara itu, jumlah penganggur tercatat sebanyak 6,88 juta orang, atau naik 60.000 orang dibandingkan Februari 2019.
“Dari jumlah orang yang bekerja, terjadi peningkatan jumlah pekerja penuh dan pekerja paruh waktu. Sedangkan, jumlah setengah penganggur terjadi penurunan,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers, Selasa (5/5).
Karakteristik pekerja penuh yaitu pekerja yang bekerja selama minimal 35 jam per minggu, jumlahnya mencapai 91,95 juta orang. Sedangkan yang bekerja di bawah 35 jam atau pekerja paruh waktu tercatat sebanyak 39,44 juta orang.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kecuk itu menjelaskan, terjadi sedikit penurunan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Februari 2020. Pada Februari 2019, TPAK di level 69,32 persen. Sedangkan pada Februari 2020 turun sedikit di level 69,17 persen.
“Terlihat masih ada perbedaan yang cukup dalam antara tingkat partisipasi angkatan kerja menurut jenis kelamin, di mana TPAK laki-laki lebih tinggi daripada TPAK perempuan,” ungkap Kecuk.
Kecuk juga memaparkan, berdasarkan struktur lapangan pekerjaan utamanya, ada penurunan tenaga kerja di pertanian sebesar -0,42 persen poin. Kemudian di perdagangan turun 0,29 persen poin, dan jasa lainnya turun -0,21 persen poin.
Berturut-turut setelahnya yaitu jasa keuangan dan asuransi (turun -0,01 persen poin), pertambangan dan penggalian (turun -0,03 persen poin), serta informasi dan komunikasi (turun -0,01 persen poin).(jpg)
