batampos.co.id – Kecamatan Bengkong menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, bahkan sudah ditetapkan sebagai zona merah.
Camat Bengkong, Fairuz Batubara, meminta agar masyarakat di wilayah tersebut untuk tidak berkumpul atau pun menjalankan ibadah berjamaah di masjid.
“Kami mohon kerja samanya. Bengkong sudah zona merah. Jangan sampai bertambah (positif Covid-19) di lingkungan kita ini,” tuturnya, saat mendatangi masjid-masjid yang masih menggelar tarawih di Bengkong Sadai, Kamis (8/5/2020).
Ia menjelaskan, kegiatan menyambangi masjid-masjid tersebut dilakukannya bersama tim. Terdiri dari personel polisi Polsek Bengkong, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Puskesmas, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi koodinator percepatan penanganan Covid-19 Bengkong.
Keempat Kepala OPD yang bertugas di Bengkong kata dia terdiri dari Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Yumasnur; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ardiwinata; Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Umiyati; serta Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Said Khaidar.
“Malam itu tim turun ke 4 dari sekitar 20-an masjid yang ada di Bengkong Sadai,” jelasnya.
Tim kata dia, menyayangkan masih ada warga yang salat berjamaah di masjid. Padahal lanjutnya, pemerintah sudah mengeluarkan anjuran untuk ibadah di rumah masing-masing.
Di beberapa masjid, imbauan untuk segera bubar didengar oleh jamaah. Namun ada juga jamaah yang tak langsung merespon permintaan tim kecamatan ini.

“Sempat terjadi dialog panjang antara tim dengan jamaah. Bahkan Ketua Koordinator, Yumasnur sampai berbicara dengan suara getir, meminta jemaah mengikuti imbauan pemerintah terkait penanganan Covid-19 ini,” ujarnya.
Dua hari ini lanjutnya, sudah 40 orang warga Bengkong Sadai yang dibawa ke Rusunawa Tanjunguncang untuk dikarantina.
“Kami mohon tak usah jamaah dulu. Kalau perlu pintu masjidnya dikunci, hanya muazin dan imam saja yang di dalam. Hari ini kami masih toleransi, besok tak ada lagi. Kalau masih berjemaah juga, semua kami bawa ke karantina,” tegasnya.
Yumasnur juga meminta pengurus masjid untuk kooperatif dan meminta kepada para jamaah masjid tidak menggelar salat berjemaah.
“Saya tidak pernah bilang ke mana-mana kalau saya ketua masjid. Tapi di sini sampai dua kali saya ngomong. Saya juga ketua masjid Pak. Tapi masjid saya, saya tutup. Demi kebaikan bersama juga,” tutur Yumasnur.
“Masjidil Haram, pusatnya umat muslim saja dibatasi. Jadi kami mohon sekali lagi, sebulan ini bersabar lah dulu. Kalau sehat semua, insya Allah setelah lebaran ini kita bisa salah jemaah bersama lagi,” ujarnya.
Kasus positif 35 ini menjadi klaster ketiga di Batam. Diberi nama klaster DD, inisial pasien positif yang sudah meninggal akibat Cobid-19.
Saat ini tiga dari empat anggota keluarganya dinyatakan positif Covid-19. Yaitu istri, anak kedua, dan anak ketiganya. Sedangkan anak pertamanya terkonfirmasi negatif.
Kemudian empat orang warga sekitar yang sempat berjamaah dengan DD juga sudah dibawa lokasi karantina di Rusun Tanjunguncang.
“Empat orang ini hasil rapid diagnose test (RDT)-nya reakti,” jelasnya.
“Karena ini sudah semakin meluas maka kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah,” papar Yumasnur lagi.
Ia menjelaskan, pihkany turun untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa memahami bahwa pada saat ini sedang terjadi penyebaran Covid-19.
“Mari sama-sama kita berupaya agar jangan berkembang terus. Karena kalau berkembang terus, akan berdampak pada banyak hal,” kata Yumasnur.
Selain itu apabila jumlah pasien positif terus bertambah, akan timbul persoalan baru dalam penanganan kesehatannya. Sehingga semakin sulit untuk diselesaikan.
“Jadi kami terus mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah disusun. Seperti menghindari kerumunan orang, selalu pakai masker, jaga jarak,” pesan dia.(*/esa)
