batampos.co.id – Singapura akan mengusulkan protokol baru bagi pergerakan orang melintas batas di kawasan ASEAN, pasca pandemi Covid-19. Aturan baru itu akan diterapkan ketika pandemi mulai terkendali nantinya.
Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar mengatakan dalam konferensi pers pada Senin (4/5) bahwa negara-negara ASEAN perlu membuat prosedur baru yang akan memungkinkan warga untuk melakukan perjalanan di wilayah tersebut. Hal itu untuk tetap menjaga ruang gerak dan memutus penularan wabah Covid-19.
“Sebelum membuka kembali, kita perlu memiliki satu set daftar periksa umum aturan lintas batas sebelum kita dapat membuka perbatasan. Ini akan memakan waktu tetapi perlu ditelusuri,” kata Kumar Nayar seperti dilansir dari AsiaOne, Jumat (8/5).
Dia mengatakan bahwa negara-negara ASEAN dapat melihat upaya yang dilakukan oleh negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru yang segera memulai kembali perjalanan antara kedua negara. Perjalanan lintas batas antara negara-negara ASEAN hanya dapat dimulai jika transmisi lokal Covid-19 dapat dikendalikan dan angka kematian telah mencapai tingkat yang rendah.
Sejak 7 April, Singapura telah memberlakukan kebijakan pemutus sirkuit atau semi lockdown dan akan berlangsung hingga 1 Juni. Selama periode pemutus sirkuit, hanya perusahaan makanan, pasar, dan supermarket, klinik, rumah sakit, utilitas, transportasi dan layanan perbankan utama, yang dibiarkan tetap terbuka.
Baru-baru ini Singapura mengalami lonjakan jumlah kasus virus Korona di antara komunitas pekerja migran. Singapura memiliki lebih dari 20 ribu kasus infeksi virus Korona yang dikonfirmasi.
Pihak berwenang telah meningkatkan tes untuk anggota komunitas pekerja asing dan membuat langkah untuk mengisolasi mereka yang tertular virus. Sementara tingkat pengujian untuk anggota komunitas lokal adalah 2.100 per 100.000 orang. Sedangkan jumlah dalam komunitas pekerja asing adalah 6.500 per 100.000.(jpg)
