Senin, 27 April 2026

Masih Bekerja, Dua Warga Bengkong Diangkut Paksa

Berita Terkait

batampos.co.id – Empat warga Kecamatan Bengkong yang sempat berjamaah dengan pasien positif Covid-19 DD, turut diangkut ke lokasi karantina di rusun Tanjunguncang.

Empat orang ini hasil rapid diagnose test (RDT)nya reaktif. Dua di antaranya bahkan diangkut paksa, karena kedapatan masih bekerja meski sudah diminta untuk melakukan karantina diri di rumah sebelum dijemput petugas ke Rusun Tanjunguncang.

“Karena ini sudah semakin meluas, maka kami mengimbau masyarakat mematuhi anjuran pemerintah. Kami turun mengedukasi masyarakat, agar paham saat ini sedang terjadi penyebaran Covid-19,” kata Ketua Koordinator Kecamatan Bengkong, Yumasnur, kemarin.

Ia meminta masyarakat bekerjsama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Karena kalau berkembang terus, akan berdampak pada banyak hal,” kata Yumasnur lagi.

Apabila jumlah pasien positif terus bertambah, Yumasnur menyebutkan, akan timbul persoalan baru sehingga semakin sulit diselesaikan.

Tim percepatan penanganan Covid-19 Bengkong, saat memberikan imbauan kepada warga untuk tidak mengelar salat berjamaah di masjid. Bengkong masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

“Patuhi protokol kesehatan. Hindari kerumunan orang, selalu pakai masker, jaga jarak,” pesan dia.

Sementara itu, tiga orang dalam pengawasan (ODP) terkait Covid-19 yang ada di
Rusunawa BP Batam Tanjunguncang dievakuasi ke rumah sakit.

Ketiganya mendadak sakit hebat sehingga harus mendapat penanganan medis yang sesuai. Ketiga ODP itu diketahui merupakan antaran terakhir pada Kamis, (7/5/2020) dari wilayah Batuampar.

“Yang sakit ini dari Batuampar. Pagi kemarin ada delapan orang diantar. Malamnya tiga orang di antaranya sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit,” ujar Nur Arifin, petugas dari Tagana yang berjaga di lokasi rusunawa, Jumat (8/5/2020).

Terkait sakit ketiga ODP ini, petugas di sana belum bisa memastikan, sebab belum ada keterangan medis.

“Baru diantar, jadi belum tahu lagi apa sakit mereka,” ujar Nur.

Jumlah ODP yang ada di Rusunawa BP Batam hingga Jumat (8/5/2020) ada 41 orang. Mereka adalah ODP yang diantar dari berbagai wilayah di Kota Batam, termasuk 20 orang yang berhubungan dengan pasien kasus 34 di Batam Center.

“Hari ini masih 41 orang karena semalam ada dua lagi yang diantar dari Bengkong. Yang 20 dari Batam Center hari ini rencananya mau dibawa ke rumah sakit juga buat swab,” ujar Nur.(iza/eja)

Update