batampos.co.id – Imbas dari pandemi Covid-19 menyebabkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) hujan buatan belum kunjung dilaksanakan.
”Kami menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Karena di tengah pandemi, banyak orang kerja di rumah. Pelaksanaan pun tertunda karena pesawat dilarang terbang kemarin,” kata Man-
ager Air Baku Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hadjad Widagdo, Minggu (9/5/2020).
Saat ini, pesawat sudah boleh terbang lagi karena sudah terbit aturan turunan dari Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020.
”Pesawat juga kami sedang mengurus izin terbangnya juga ke Kementerian Perhubungan. Begitu juga dengan perizinan untuk material khusus berupa garam sedang akan diurus juga,” jelasnya.

Berbagai buntut penundaan tersebut menyebabkan waktu pelaksanaan TMC hujan buatan menjadi tentatif. Padamawalnya BP Batam ingin melaksanakannya pada akhir April hingga awal Mei lalu.
”Sebenarnya mau di bulan Mei, tapi melihat perkembangannya, jadi di Juni saja. Waktunya relatif tentatif karena meski hujan, tapi tidak semuanya besar, hanya sesekali saja,” ungkapnya.
Musim hujan diperkirakan akan berlangsung juga pada Juni mendatang. Sehingga merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan TMC hujan buatan.
Persoalan lainnya yang menjadi perhatian BP Batam yakni maraknya penangkapan ikan di Dam Duriangkang, pasca banyaknya pekerja dirumahkan imbas dari pandemi Covid-19.
”Jadi, kita upayakan penertiban lewat patroli rutin. Kami juga imbau masyarakat agar jangan memancing di dam. Soalnya dam itu kan tujuannya cuma satu untuk kebutuhan air masyarakat.
Bukan untuk pemancingan, pariwisata atau yang lain-lain,”
jelasnya.
Kegiatan lainnya untuk tetap menjamin ketersediaan air bersih yakni pembabatan eceng gondok di sekitar bibir Dam Duriangkang.
”Sekarang sudah dibabat di atas 20 hektare lebih dari target 180 hektare,” ujarnya lagi.(leo)
