Sabtu, 25 April 2026

Kabar Gembira, Hasil 106 Uji Swab Negatif

Berita Terkait

batampos.co.id – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam melaporkan, hasil PCR swab sebanyak 106 sampel yang mereka periksa, hasilnya secara keseluruhan negatif.

Pemeriksaan sampel itu dilakukan Sabtu (9/5/2020) sebanyak 66 sampel, dan Minggu (10/5/2020) sebanyak 40 sampel.

“Hasil PCR dua hari terakhir, semuanya negatif. Termasuk warga India yang di Rumah Sakit Infeksi Covid-19 (RSI) Galang. Ini tren yang menggembirakan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Minggu (10/5/2020).

Di Tanjungpinang, klaster Jemaah Tabligh sudah dinyatakan sembuh total, di Batam juga ada kabar baik.

Meski satu klaster Jemaat Tabligh berinisial SAA meninggal, tapi enam rekannya yang lain dinyatakan negatif.

SAA yang merupakan WN India dan tercatat sebagai pasien Covid-19 kasus 32 meninggal dunia, Sabtu (9/5/2020) pukul 10.30 WIB.

Sejak awal kondisi korban memang memprihatinkan, terlebih
karena kakinya diamputasi akibat infeksi diabetes yang diderita.

Ia diamputasi di salah satu rumah sakit swasta sebelum dirujuk untuk perawatan Covid-19 di RSUD Embung Fatimah.

Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sedang memeriksa sampel swab suspect corona, pekan lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Meninggal dunia di RSUD Embung Fatimah, pemakaman di Seitemiang,” Ujar Didi.

Meninggalnya SAA ini menambah daftar pasien Covid-19 meninggal di Batam menjadi 7 orang dari total 39 kasus Covid-19.

Namun demikian, jumlah pasien sembuh lebih banyak yakni 22 orang dan kini masih dirawat 11 orang.

Untuk diketahui, SAA tiba di Batam pada 2 Maret 2020 lalu via Singapura. Selanjutnya singgah bersama enam jamaah lain yang juga WN India di sebuah rumah atau bangunan di belakang Masjid Baiturahman Sekupang.

Mereka dibawa ke RS Covid-19 Galang bersama empat jemaah lain WN Indonesia. Dengan diketahui hasil swab negatif, jemaah yang bersinggungan dengan korban tersebut, pihaknya belum mengetahui asal penularan terhadap korban.

Sebelumnya, pihaknya pernah menduga penularan didapat dari empat WNI Jemaah Tabligh yang kerap mengantar makanan.

“(Asal penularan) tidak diketahui, bisa saja saat berobat dan lain-lain. Kami akan terus melacak, di semua kecamatan pelacakan terus berjalan,” imbuhnya.

Sementara pasien yang kini dirawat dalam kondisi stabil. Didi berharap kondisi pasien semakin baik dan menambah daftar pasien sembuh.

“Alhamdulillah, kondisinya baik. Akan menambah daftar pasien
yang sembuh,” ujar dia.(jpg/iza)

Update