Jumat, 17 April 2026

Kepulangan 34 Ribu TKI Harus Diantisipasi

Berita Terkait

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada jajaran bawahannya untuk mengantisipasi 34 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan kembali ke tanah air. Terbanyak berasal dari Jawa Timur, yakni ada 8.900 kurang lebih pekerja.

‎”Yang berkaitan dengan kepulangan pekerja migran indonesia agar betul-betul berjalan dengan baik di lapangan,” ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/5).

Jokowi mengatakan, dirinya menerima laporan bahwa pada bulan Mei dan Juni ada kurang lebih 34 ribu pekerja migran Indonesia yang kontraknya akan berakhir.

Mereka berasal dari Jawa Timur ada 8.900 kurang lebih. Dari Jawa Tengah 7.400. Kemudian dari Jawa Barat 5.800, Nusa Tenggara Barat (NTB) 4.200, Sumatera Utara kurang lebih 2.800, Lampung 1.800 dan 500 orang dari Bali.

“Ini agar betul-betul diantisipasi disiapkan ditangani proses kedatangan mereka di pintu-pintu masuk yang telah kita tetapkan dan diikuti pergerakan sampai ke daerah,” katanya.

“Untuk jalur udara, ada dua pintu masuk di Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Ngurah Rai Kemudian untuk ABK kapal pesiar juga di Benoa Bali, di Tanjung Priok dan juga pekerja migran yang dari Malaysia bisa lewat Batam dan Tanjung Balai,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta jajarannya untuk mengawasi kepulangan mereka. Kemudian diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini menjadi penting karena saat ini Indonesia sedang mengalami pandemi virus Korona atau Covid-19 di tanah air.

“Sekali lagi ingin saya tegaskan agar diberlakukan protokol kesehatan yang ketat dengan memobilisasi sumber daya yang kita miliki, dan juga dipastikan kesiapan tempat karantina, dipastikan RS rujukan bagi para pekerja migran kita,” ungkapnya.

Sebelumnya, ‎Kepala BP2MI Benny Ramdhani‎ mengatakan 34.300 pekerja migram asal Indonesia yang tersebar di berbagai negara itu akan habis masa kontrak kerjanya pada Mei-Juni 2020.

Dijelaskan Benny, ada 34.300 pekerja migran yang habis masa kontrak kerjanya berasal dari tujuh provinsi, dengan rincian, Jawa Timur sebanyak 8.913 orang, Jawa Tengah 7.436 orang, Jawa Barat 5.832 orang, Nusa Tenggara Barat (NTB) 4.2020 orang, Sumatera Utara, 2.878 orang, Lampung 1.814 orang dan Bali 513 orang.(jpg)

Update