Minggu, 5 April 2026

5 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Seputar Sekolah Pilot

Berita Terkait

Menjadi pilot adalah mimpi bagi sebagian orang yang sedari dulu bercita-cita untuk menerbangkan pesawat dan bepergian ke berbagai tempat.

Selain itu, profesi ini juga sangat-sangat menjanjikan karena setiap bulannya, pilot bisa menghasilkan puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah.

Tetapi menjadi pilot itu tidaklah gampang, calon pilot harus menempuh pendidikan selama 1-2 tahun di sekolah penerbangan terlebih dahulu guna mendapatkan lisensi yang dibutuhkan.

Ada cukup banyak sekolah pilot baik di Indonesia maupun di luar negeri yang sudah berhasil mencetak pilot-pilot terampil dan sudah bekerja di berbagai maskapai penerbangan.

Untuk masuk ke flying school sendiri juga tidaklah gampang. Hal ini tidak hanya menyangkut soal biayanya yang mahal tapi juga keterbatasan informasi yang dirasa masih cukup membingungkan bagi sebagian pelajar.

Alasan ini pula yang membuat mereka banyak mengajukan pertanyaan kepada pihak sekolah atau pun konsultan sekolah pilot.

Ilustrasi Pilot. Foto: Jawa Pos

Adapun pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan antara lain:

Harus IPA?

Ada dua opini yang mengatakan bahwa untuk masuk sekolah ini diharuskan jurusan IPA dan ada juga yang mengatakan jurusan apa saja boleh asal lulus seleksi masuknya.

Mana yang benar? Kedua opini ini benar tapi jurusan IPA diperuntuhkan untuk sekolah pilot yang dikelola oleh pemerintah (negeri).

Sedangkan untuk sekolah penerbangan swasta, jurusan IPA, IPS, Bahasa dan lain sebagainya diperbolehkan.

Namun, ini bukan berarti bahwa sekolah negeri itu lebih baik dibandingkan swasta. Soal kualitas pembelajaran baik negeri atau pun swasta bisa dikatakan sudah sama saat ini.

Ada tes matematika dan fisika?

Pertanyaan ini berkaitan dengan apa yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya. Untuk yang memilih sekolah pilot negeri, tes matematika dan fisika sudah pasti ada. Itulah sebabnya mengapa, jurusan IPA diharuskan oleh pihak sekolah.

Lalu untuk yang swasta apakah ada tes ini? Karena sekolah pilot swasta menerima beberapa jurusan, tes ini biasanya tidak diadakan.

Jika pun ada tesnya, biasanya soal-soal matematika atau fisika dasar yang diberikan.

Mata minus/silinder gimana?

Pihak sekolah pilot menerapkan peraturan yang berbeda-beda terhadap calon kadet dengan gangguan mata minus/silinder.

Umumnya, maksimal minus 3 atau silinder 1 yang masih boleh mengikuti tes masuk. Lebih dari itu, calon siswa disarankan lasik terlebih dahulu.

Gigi ompong/berlubang?

Gigi yang berlubang sebaiknya ditambal terlebih dahulu. Mengapa? Nanti saat tes kesehatan, ada cek gigi untuk memastikan bahwa calon kadet tidak bermasalah dengan bagian ini.

Usahakan saat tes, sudah tidak adalagi gigi yang bermasalah. Bagaimana dengan gigi ompong? Biasanya hal ini tidak jadi masalah.

Sekolah pilot itu belajar apa?

Sebenarnya, jawaban dari pertanyaan ini sudah sangat jelas, yaitu belajar menerbangkan pesawat dan mendapatkan lisensi-lisensi pilot yang dibutuhkan untuk bisa menjadi pilot di kemudian hari.

Adapun lisensi yang didapat nantinya adalah Private Pilot License (PPL), Commercial Pilot License (CPL), Instrument Rating (IR), dan Multi-Engine Rating (MER).

Untuk info lengkap soal Pengertian Lisensi Pilot: PPL, CPL, IR dan MER bisa dilihat di sini.
Semoga dengan adanya jawaban dari setiap pertanyaan di atas dapat membuat para pelajar yang tertarik untuk masuk flying school bisa mendapatkan informasi yang jelas.(*)

Update