batampos.co.id – Kementerian Luar Negeri RI memfasilitasi pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri ke tanah air. Kemenlu meminta masyarakat bisa menerima kedatangan WNI dari luar negeri meski pandemi Covid-19 belum berakhir. Demi perlindungan WNI di luar negeri menjadi alasan pemulangan tersebut.
“Pemulangan WNI dari luar negeri adalah prioritas politik dalam rangka perlindungan WNI. Prioritas ini jadi relevan pada saat pandemi terjadi,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual, Senin (11/5).
Retno mengakui di tengah situasi pandemi, masyarakat harus menghadapi kepulangan WNI ke tanah air dalam jumlah cukup besar. Alasannya banyak WNI kehilangan pekerjaan atau untuk sementara tidak bekerja akibat wabah Covid-19. Atau mereka telah habis kontraknya di sebuah perusahaan dan tak diperpanjang lagi. Pelajar dan mahasiswa juga selesai masa studinya. Dan, WNI telah habis masa tinggalnya dan tak diperpanjang lagi.
Menlu Retno mengatakan sesuai instruksi Presiden Jokowi, para WNI yang pulang dari luar negeri juga wajib mengikuti protokol kesehatan yang dilakukan secara cepat, disiplin, dan seragam di semua pintu masuk Indonesia baik darat, laut, dan udara. Arahan ini tentunya untuk melindungi WNI yang kembali ke tanah air. Dan, melindungi keluarga mereka dan masyarakat.
“Pemberlakuan ini sudah diatur berdasarkan aturan Menkes. Kami sangat mengharapkan semua WNI yang baru tiba dari luar negeri agar secara disiplin dan tetap dapat menjaga protokol kesehatan,” ujar Menlu Retno.
Data Jumlah WNI yang Tiba dari Luar Negeri
1. WNI dari Malaysia
Per 10 Mei 2020, ada 72.966 WNI dari Malaysia kembali ke tanah air. Terdiri dari jalur laut 65 persen atau 47.674 orang, jalur darat 20 persen atau 14.681 orang, dan jalur udara 15 persen atau 10.611 orang. Apalagi Malaysia sudah memperpanjang kebijakan Perintah Kawalan Pergerakan (MCO) atau Situasional MCO (CMCO) hingga 9 Juni.
2. Pekerja Migran dari Kapal Pesiar
Pekerja Migran Indonesia (PMI) awak kapal per 10 Mei 2020 tiba sebanyak 14.244 orang. Mereka kembali dari jalur udara Bandara Soekarno Hatta dan Ngurah Rai dan jalur laut yaitu pelabuhan Benoa dan Tanjung Priok.
3. WNI dari Timur Tengah
– WNI dari Arab Saudi datang dengan 3 kali rombongan dengan jumlah 992 orang.
– WNI dari Kuwait mendarat semalam 10 Mei 2020 sebanyak 164 orang.
– WNI dari Aljazair para pekerja dari WIKA dan lainnya sebanyak 391 orang.
– WNI dari Kairo tiba pada 25 april 2020 sebanyak 75 orang dan Oman sebanyak 333 orang.
4. WNI dari Berbagai Negara Lainnya
Hari Senin (11/5) WNI tiba dari Bangladesh sebanyak 196 orang. Lalu akan tiba 567 ABK WNI yang bekerja di 3 kapal pesiar melalui pintu masuk pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Soekarno Hatta.
“Dan kami upayakan juga kepulangan jamaah tabligh WNI dari India. Sampai sekarang masih terus diupayakan oleh pemerintah. Indonesia akan bekerja sama dengan negara-negara lain yang memiliki jamaah tabligh akbar di India seperti Malaysia, Bangladesh dan lainnya untuk menangani kepulangan jamaah tabligh ini,” sebut Menlu Retno.(jpg)
