batampos.coid – Pemerintah mengusulkan target pertumbuhan ekonomi pada 2021 di kisaran 4,5-5,5 persen. Hal tersebut tercantum dalam dokumen kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2021.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, usulan asumsi dasar makro tersebut dengan mempertimbangkan beberapa faktor ketidakpastian yang berasal dari virus Corona atau Covid-19 yang hingga saat ini belum diketahui kapan berakhir.
“Pemerintah mengusulkan besaran indikator ekonomi makro sebagai dasar penyusunan RUU APBN 2021,” ujarnya dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (12/5).
Sri Mulyani memaparkan, asumsi dasar untuk pertumbuhan ekonomi di rentang 4,5-5,5 persen, inflasi 2,0-4 persen, tingkat suku bunga SPN 3 bulan 6,67-9,56 persen, nilai tukar rupiah berada di angka 14.900-15.300 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kemudian, harga minyak alias Indonesia Crude Price (ICP) di kisaran USD 40-50 per barel. Sedangkan lifting minyak berada di antara 677-737 ribu barel per hari, dan lifting gas sebesar 1.085 ribu sampai 1.173 ribu setara minyak.
“Fokus pembangunan Indonesia bisa mampu menghidupkan kembali mesin perekonomian,” tuturnya.
Menurutnya, penyebaran pandemi Covid-19 menyebabkan kepanikan yang cukup tinggi di sektor keuangan. Adapun, tingkat kecemasan tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan periode krisis keuangan yang pernah beberapa kali terjadi.
“Arus perpindahan dari Indonesia ke luar kali ini lebih tinggi dari 2008 dan Taper Tantrum,” katanya.
Dia menambahkan, para pemilik modal menarik modalnya dari negara berkembang termasuk Indonesia dan memindahkan ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS.(jpg)
