Sabtu, 2 Mei 2026

Baca, Ini Riwayat Perjalanan Lima Warga Batam yang Positif Covid-19 Terbaru 

Berita Terkait

batampos.co.id – Lima warga Kota Batam yang diketahui positif Covid-19 pada Rabu (13/5/2020) lalu ternyata merupakan cluster dari kasus jamaah tablig dan DD yang merupakan ketua IKSB.

Berikut riwayat perjalanan mereka sebelum dinyatakan positif Covid-19:

1. OA

Berdasarkan press rilis yang dikeluarkan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, OA diketahui pernah berada di satu lokasi tempat tinggal dan merupakan teman sesama jamaah dari kasus WNA India yang terkonfirmasi positif Covid-19 nomor 32 yang telah meninggal dunia.

Kemudian pada 4 Mei 2020 yang bersangkutan melakukan pemeriksaan RDT dengan hasil dinyatakan reaktif.

Sehubungan dengan hasil RDTnya tersebut bersama dengan jamaah satu kelompoknya kemudian dilakukan isolasi dan pengkarantinaan di RSKI Covid-19 Galang.

Selama dalam masa isolasi dirumah sakit tersebut dilakukan pemeriksaan swab berturut-turut pada 7 Mei 2020 dan 8 Mei 2020.

Hasilnya baru keluar pada Rabu (13/5/2020) dinyatakan kedua hasil pemeriksaan tersebut terkonfirmasi positif.

“Sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti dan saat ini masih dalam perawatan isolasi di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam,” paparnya Ketua Gugus Tugas Kota Batam, Muhammad Rudi.

2. SK

SK diketahui menetap di kawasan perumahan Kampung Seraya, Batuampar Kota Batam dan merupakan kasus baru Covid-19 nomor 46 Kota Batam.

Yang bersangkutan sebelumnya diketahui pernah melaksanakan salat tarawih di Masjid “A-I” kampung seraya yang beberapa jamaahnya pernah kontak dengan kasus WNA India terkonfirmas positif Nomor 32 yang telah meninggal dunia.

Setelah masjid tersebut tidak lagi melaksanakan salat berjamaah yang bersangkutan melaksanakan salat tarawih berjamaah di Musala “D-A” pada lokasi perumahan yang sama.

“Berkaitan dengan kasus jamaah yang closes contact dengan kasus nomor.“32” tersebut Tim Puskesmas Tanjung Sengkuang bersama Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Batuampar melakukan pemeriksaam RDT terhadap jamaah masjid dan musala tersebut pada 8 Mei 2020,” kata Ketua Gugus Tugas Kota Batam, Muhammad Rudi.

Ia melanjutkan, hasil RDT beberapa jamaah dinyatakan reaktif, sehingga dilakukan karantina di Rusun Tanjunguncang dan di RSKI Covid-19 Galang.

Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam sedang memeriksa sampel swab suspect corona, beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Yang bersangkutan selanjutnya di karantina di RSKI Covid-19 Galang dan pada tanggal 09 Mei 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan pertama dengan hasil terkonfirmasi Negatif,” jelasnya.

Selanjutnya pada tanggal 11 Mei 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan kembali yang hasilnya baru diterima pada hari ini dan dinyatakan terkonfirmasi positif.

“Sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan saat ini masih dalam perawatan isolasi di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam,” katanya.

3. P

P berusia 57 tahun dan bekerja sebagai wiraswasta, beralamat sementara di kawasan perumahan Tiban Kelurahan Patam Lestari, Sekupang, Kota Batam dan merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 47 Kota Batam.

“Yang bersangkutan sesungguhnya adalah warga Provinsi Jawa Timur yang singgah /transit dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan perjalanan pengajian tabligh dari Brunei Darussalam dan Malaysia,” jelas Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi.

Sebelumnya kata dia, yang bersangkutan pernah menjalani karantina di Belia antar Bangsa Cheras Malaysia dan selama di Batam tinggal di kawasan perumahan Tiban dengan menempati salah satu rumah warga yang kosong bersama beberapa rekan seperjalanannya.

Mengingat yang bersangkutan baru tiba dari luar negeri pada 9 Mei 2020 oleh tim Puskesmas Mentarau bersama Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Sekupang dilakukan pemeriksaan RDT yang hasilnya dinyatakan reaktif.

Sesuai dengan hasil pemeriksaan RDT tersebut kepada yang bersangkutan beserta kelompoknya langsung dikirim ke RSKI Covid-19 Galang guna dilakukan isolasi serta untuk penanganan kesehatan lebih lanjut.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diterima pada 11 Mei 2020 dan dinyatakan terkonfirmasi negatif.

Kemudian dilakukan kembali pengambilan swab tenggorokan yang kedua dimana hasilnya diterima pada Rabu (13/5/2020) dan dinyatakan terkonfirmasi positif.

“Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta saat ini masih dalam perawatan isolasi di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam,” tuturnya.

4. DVRN

DVRN adalah seorang anak laki–laki berusia 9 tahun dan menetap di kawasan perumahan Bengkong Kelurahan Sadai, Bengkong, Kota Batam dan merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 48 di Kota Batam.

DVRN diketahui merupakan cucu dari kasus terkonfirmasi posistif nomor “44” yang juga berkaitan erat dengan cluster kasus nomor. 35.

“Pada 8 Mei 2020 yang bersangkutan melakukan pemeriksaan RDT di Masjid A-F dekat rumahnya dengan hasil reaktif dan diedukasi untuk melaksanakan isolasi mandiri,” jelas Ketua Gugus Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi.

Sehubungan dengan hasil RDT yang reaktif tersebut kemudian pada 11 Mei 2020 bertempat di RSUD Embung Fatimah Batam dilakukanlah pemeriksaan swab tenggorokan kepada yang bersangkutan yang hasilnya telah diterima pada Rabu (13/5/2020) dan dinyatakan terkonfirmasi positif.

“Sejauh ini kondisinya stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan saat ini sedang proses persiapan untuk dilaukan perawatan isolasi guna penanganan kesehatannya di rumah sakit rujukan RSUD Embung Fatimah Kota Batam,” jelasnya.

5. JSB

JSB diketahui berusia 18 tahun dan berstatus mahasiswa beralamat di kawasan perumahan Batam Centre Kelurahan Taman Baloi, Batam Kota, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 49 Kota Batam.

Ketua Gugus Tugas Covid-19, Muhammad Rudi, mengatakan, JSB seminggu sebelumnya mengalami keluhan demam yang disertai dengan batuk berdahak yang bercampur darah.
Selanjutnya pada tanggal 08 Mei 2020 memeriksakan dirinya untuk berobat pada salah satu klinik di kawasan Baloi, Lubukbaja dan diberikan obat untuk rawat jalan.

Selanjutnya mengingat tidak ada perbaikan yang berarti dari keluhan yang dialaminya, pada 9 Mei 2020 oleh keluarganya dibawa berobat ke UGD RS Swasta di Kawasan Batam Centre.

Oleh tim medis rumah sakit tersebut dilakukan tindakan penanganan dengan pemeriksaan diagnostik laboratorium dan Foto Thorax dengan kesimpulan “Pneumonia Suspect TB Paru” kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan RDT dengan hasil reaktif.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh kesimpulan bahwa yang bersangkutan ditetapkan sebagai PDP dan harus dilakukan perawatan di ruang isolasi rumah sakit tersebut.

Selanjutnya pada 11 Mei 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya telah diterima pada Rabu (13/5/2020) dan dinyatakan terkonfirmasi positif.

“Sejauh ini kondisi yang bersangkutan cukup stabil dan masih terus menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit,” paparnya.(esa)

Update