batampos.co.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang meyakini bahwa kota itu sudah melewati puncak pandemi Covid-19. Berdasarkan grafik kasus Covid-19 per 12 Mei, puncak pandemi Covid-19 di Tanjungpinang terjadi pada sekitar 26–27 April.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang Rustam mengatakan, saat itu, kasus tertinggi dari sebelum dan setelah tanggal tersebut, yakni 15 kasus. Sedangkan angka pasien yang sembuh terus meningkat.

”Untuk yang episode ini, puncaknya sudah terlewati dan cenderung menurun,” kata Rustam seperti dilansir dari Antara, Kamis (14/5).

Kendati kasus aktif terus menurun, Rustam belum bisa memprediksikan kapan Tanjungpinang bebas dari wabah tersebut. Jika masyarakat tidak bisa menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19, bisa jadi kasus tersebut akan kembali meningkat.

”Belum bisa diprediksi, karena terlalu banyak variabel yang berpengaruh, baik internal dan eksternal. Banyak yang tidak bisa kami prediksikan, karena banyak yang di luar kendali kita. Bisa jadi ada puncak yang berikutnya,” ucap Rustam.

Rustam menuturkan, saat ini kasus Covid-19 di Kota Tanjungpinang tersisa empat orang dan masih menunggu hasil tes usap tenggorokan (swab) terakhir sebelum dinyatakan sembuh. Hanya saja, dia memprediksi keempat pasien itu akan sembuh sebelum hari raya Idul Fitri.

”Keempat kasus ini masih menunggu dua kali swab dengan hasilnya negatif, baru dinyatakan sembuh,” ujar Rustam.

Untuk itu, Rustam berharap kepada masyarakat Kota Tanjungpinang agar selalu menaati imbauan dari pemerintah terkait antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19. Selain itu, protokol kesehatan harus tetap dijalankan meski Pemkot Tanjungpinang memberikan beberapa kelonggaran.

”Prinsip social dan physical distancing jangan sampai diabaikan. Tetap mengupayakan lebih banyak di rumah, kecuali ada keperluan, memakai masker saat di luar rumah serta menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat harus terus dilanjutkan,” kata Rustam.(antara)