Kamis, 16 April 2026

Krisis Beras Diprediksi Sampai Januari 2021

Berita Terkait

batampos.co.id – Di tengah pandemi Covid-19, Indonesia juga menghadapi musim kemarau panjang. Hal tersebut pun akan berpengaruh terhadap produksi pangan, termasuk beras.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bustanul Arifin menjelaskan memang untuk beberapa bulan ke depan, stok beras masih aman. Namun, akan memasuki krisis pada periode November hingga Januari 2021.

“Titik kritis kita ada di November sampai Januari 2021. Produksi beras itu turun 7,7 persen dari 2018-2019. Kemungkinan 2020 turun lagi,” terangnya melalui diskusi online.

Apalagi, saat ini pemerintah Indonesia masih belum bisa menangani penyebaran virus. Maka dari itu, hal tersebut pun harus diantisipasi dengan pemerintah harus melakukan penambahan impor beras sebanyak 2 juta ton.

“Saya kira 2020 akan ada impor lagi antara 1,5 juta ton hingga 2 juta ton,” tambah dia.

Pasokan beras yang berpotensi berkurang pun disebut akan berdampak pada harga. Diprediksi, harga beras akan mengalami peningkatan di tingkat pedagang.

“Marginnya antara harga gabah dan beras itu Rp 6.000 karena ada yang sedikit turun ini beras kualitas rendah turun. Beras not so bad (ada harga) yang masih di Rp 12 ribu per kg,” tutur dia.

Pasalnya pada April kemarin, harga beras medium di tingkat pedagang mengalami kenaikan 1,73 persen menjadi Rp 11.750 per kg jika dibandingkan periode yang sama pada 2019.(jpg)

Update