batampos.co.id – Pemko Batam melakukan pemeriksaan massal rapid test terhadap para pedagang yang berada di Pasar Mitra Raya, Botania I dan Botania II, Jumat (15/5/2020). Ada 248 orang yang menjalani rapid test di tiga pasar tersebut.
”Alhamdulillah, semuanya non reaktif. Selain itu, tidak ada pedagang yang menunjukkan gejala terjangkit Covid 19,” kata Camat Batam Kota, Aditya Guntur Nugraha, Jumat (15/5/2020).
Ia mengatakan, di Pasar Mitra Raya ada sebanyak 108 orang yang mengikuti rapid test. Dari pemeriksaan tersebut, salah satu pedagang menunjukkan reaktif.
Lalu selang tak berapa lama, petugas melakukan rapid test kembali dan hasilnya non reaktif. Di Pasar Botania I, sebanyak 90 orang yang berminat melakukan rapid test.
Setelah dilakukan screening awal, hanya 90 orang itu semuanya bisa menjalani rapid test. Peserta rapid test juga membeludak di Pasar Botania II, sebanyak 105 orang yang berminat. Namun setelah screening awal, hanya 50 orang yang menjalani rapid test.

”Screening cek kesehatan dulu, gejalanya kami lihat, riwayat perjalanannya. Hampir seluruhnya yang mengikuti itu pedagang, karena memang fokusnya pedagang,” tuturnya.
Ia mengatakan rapid test tersebut akan terus dilakukan. Namun, saat ini masih mencari lokasi untuk pelaksanaan rapid test.
”Fokusnya di titik kerumunan. Apalagi tempat yang membandel, tidak mematuhi aturan pemerintah. Di sanalah kami lakukan rapid test,” ungkapnya.
Bagi masyarakat yang terjaring dalam rapid test , menunjukkan hasil reaktif. Aditya mengaku pihaknya akan langsung meminta masyarakat tersebut menjalani karantina di Rusun Tanjunguncang.
”Tak hanya itu saja. Mereka menjalani tes swab juga, untuk memastikan negatif atau positif terjangkit,” tuturnya.
Aditya berharap masyarakat tetap mematuhi aturan dari pemerintah.
”Tolong untuk mentaati aturan dan imbauan dari pemerintah. Demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya.(ska)
