Sabtu, 18 April 2026

Legislator Muda Ini Yakin Kartu Prakerja Bisa Kurangi Pengangguran

Berita Terkait

batampos.co.id – Politikus muda dari Partai Golkar Dyah Roro Esti mendukung dilanjutkannya Program Kartu Prakerja. Meskipun, sudah sangat banyak kalangan menilai proyek itu berpotensi merugikan keuangan negara hingga puluhan triliun rupiah dan sangat tidak efektif.

Namun, menurut Dyah yang juga merupakan anggota Komisi VII DPR RI itu, program kartu Prakerja adalah upaya pemerintah membuat kebijakan untuk menekan angka pengangguran di masa pandemi Covid-19 lewat pelatihan online.

“Program ini dapat menstimulasi angkatan kerja yang kehilangan pekerjaan dan fresh-graduate yang siap bekerja untuk mendapat pelatihan dan pengembangan diri. Tentu ini sangat efektif untuk menekan angka pengangguran,” kata Dyah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/5).

Putri dari legislator yang politikus senior Golkar Satya Widya Yudha itu menjabarkan, ancaman semakin tingginya tingkat pengangguran akibat pandemi Covid-19 berdasar data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2020 ini, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia per Februari 2020 sebesar 4,99 persen dari total jumlah angkatan kerja sebanyak 137,91 juta orang.

Kondisi ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan akibat pandemi Covid-19. Pada minggu ketiga bulan April, ujarnya, laporan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mencatat jumlah pengangguran telah mencapai lebih dari 10 juta orang. Atau sekitar 7,25 persen dari jumlah angkatan kerja.

“Peningkatannya sebesar 2,26 persen atau sekitar 3,11 juta orang karena adanya Covid-19 ini,” kata Dyah Roro.

Karena itu, Dyah menekankan pentingnya dukungan atas upaya-upaya pemerintah dalam melakukan percepatan realisasi Program Kartu Prakerja.

“Pemerintah dituntut untuk bergerak cepat dalam mengantisipasi lonjakan angka pengangguran yang diakibatkan oleh PHK selama masa pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, melalui Program Kartu Prakerja, para penerima program akan mendapatkan pembekalan diri dan pelatihan vokasi. Yakni, berupa skilling, upskilling, dan reskilling guna mengembangkan kompetensi kerja masing-masing peserta.

Skilling menargetkan para pengangguran yang termasuk dalam kelompok fresh graduate atau pencari kerja baru yang membutuhkan pembekalan skill. Upskilling dan reskilling ditargetkan untuk para pengangguran korban PHK yang ingin meningkatkan skill yang telah dimiliki atau menambah skill baru.

“Dengan adanya Kartu Prakerja, penduduk usia produktif diarahkan untuk lebih cepat siap menyongsong profesi yang akan digelutinya di masa depan. Besarnya jumlah usia produktif di Indonesia memang perlu dipersiapkan secara kualitas pula,” pungkasnya. (jpg)

Update