Jumat, 24 April 2026

Batam jadi Episetrum Covid-19 Kepri

Berita Terkait

batampos.co.id – Terkait penambahan 11 kasus positif Covid-19 di Batam, pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto, kembali didesak untuk segera menentukan sikap, apakah melakukan karantina wilayah atau mengajukan penerapan Pembatasan So-
sial Berskala Besar (PSBB) ke Kementerian Kesehatan.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Tanjungpinang, Endri Sanopaka, menilai Batam berpotensi menjadi episentrum Covid-19 di Provinsi Kepri.

“Kita tahu Batam batal mengajukan PSBB, dan Tanjungpinang juga tidak mengajukan usulan tersebut. Sementara kasus Covid-19 di daerah zona merah, khususnya Batam
terus bertambah,” ujar Endri, Senin (18/5/2020) di Tanjungpinang.

Pria yang ikut melakukan kajian epidemiologi terkait kondisi Kota Tanjungpinang setelah ditetapkannya Tanjungpinang sebagai zona merah menilai, kondisi Batam saat ini penyebaran lokal sudah semakin masif.

Namun kenyataanya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, batal mengajukan PSBB, meskipun juga sudah ada kajiannya.

Petugas medis memeriksa suhu badan salah seorag pedagang di Pasar Botania 2 Kota Batam. Foto: Media Center untuk batampos.co.id

“Tahap awal memang yang mengajukan usulan tersebut adalah bupati atau Wali kota.
Namun, apabila kepala daerah tingkat II tidak mengajukan, sementara kondisi semakin
membahayakan dengan terus bertambahnya angka positif, Plt Gubernur Kepri bisa
mengambil alih untuk mengajukan PSBB se-Provinsi Kepri,” jelas Endri.

Ketua Muhammadiyah Provinsi Kepri, Yudi Carsana, juga mendesak Plt Gubernur Kepri,
Isdianto, menutup akses pelayaran dari Tanjungpinang ke Batam.

Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 secara lokal menjadi lebih luas, apalagi mengingat Batam dan Tanjungpinang sudah ditetapkan sebagai Zona Merah oleh Kementerian Kesehatan.

“Dari awal sudah kita sampaikan, yang perlu dijaga itu wilayah antara daerah. Sementara akses antara zona merah di Kepri masih terus dibuka. Artinya peluang penyebaran Covid-19 tetap ada,” kata Yudi.

Kondisi Covid-19 di Provinsi Kepri per 18 Mei 2020, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Provinsi Kepri terjadi penambahan sebanyak 23 orang di Batam. Sedangkan daerah lainnya tidak terjadi penambahan.(jpg)

Update