Kamis, 2 April 2026

Ini Riwayat Penyebaran Korona di Bengkong, Kampung Seraya, dan Taman Baloi

Berita Terkait

batampos.co.id – Kemarin, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam mengumumkan 11 kasus baru. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam Muhammad Rudi mengatakan, tambahan kasus ini merupakan hasil tracing closes contact yang terus berlangsung dari klaster terkonfirmasi positif nomor 32 (WN India) dan nomor 35 (kasus DD Bengkong) yang telah meninggal dunia, serta kasus nomor 49 (mahasiswa usia 18 tahun) yang saat ini masih dalam perawatan di ruang isolasi rumah sakit swasta di Batam.

“Terdiri atas tiga perempuan dan delapan orang Laki-laki,” ujar Rudi, kemarin.

Rudi merinci, kasus pertama, lelaki berinisial LM berusia 39 tahun (kasus 55). Dua warga Kampung Seraya yang bekerja sebagai petugas kebersihan di salah satu rumah sakit swasta di Lubukbaja dan teman kasus nomor 32.

“Sewaktu temannya tersebut dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja yang bersangkutan sering membantu melakukan aktivitas sehari-hari almarhum, kasus 32,” terang Rudi.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) dan tracing terhadap kasus nomor 32 tersebut, pada 5 Mei yang bersangkutan diperiksa RDT dengan hasil reaktif. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan pertama pada 6 Mei dan hasilnya diketahui 8 Mei, negatif.

Kemudian, diisolasi di RS tempatnya bekerja, dan pada 15 Mei diperiksa swab kedua. Hasilnya positif. Perlu diketahui, pada awal Ramadan yang bersangkutan bersama dengan kasus terkonfirmasi nomor 46 (klaster Jemaah Tabligh) melaksanakan salat Tarawih berjemaah di Masjid A-I Kampung Seraya.

“Sejauh ini, kondisinya stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta saat ini telah menjalani perawatan isolasi di rumah sakit tempatnya bekerja,” kata dia.

Kedua, laki-laki berinisial H berusia 45 tahun (kasus 56). Buruh angkut barang yang juga warga Kampung Seraya ini teman satu pekerjaan dengan nomor 46 yang saat ini masih dalam perawatan isolasi di RSKI Covid-19 Galang. Sebelumnya juga bersama-sama melaksanakan salat Tarawih di Musala D-A Kampung Seraya.

Pada 5 Mei, H di-rapid yang hasilnya nonreaktif. Mengingat yang bersangkutan adalah closes contact dari kasus nomor 46, kepadanya dilakukan rujukan untuk isolasi terpusat di Rusun Tanjunguncang yang diikuti dengan pengambilan swab tenggorokan pada 6 Mei dengan hasil negatif.

“Guna penguatan penegakan diagnosis, pada 15 Mei dilakukan pengambilan swab tenggorokan yang kedua, dan hasilnya diketahui pada kemarin positif. Sejauh ini kondisinya stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan saat ini telah dilakukan perawatan di ruang isolasi di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam,” papar dia.

Kasus ketiga, laki-laki berinisial S berusia 55 tahun (kasus 57). Lagi-lagi warga Kampung Seraya yang bekerja sebagai petugas kamar pemulasaran jenazah di salah satu rumah sakit swasta di Lubukbaja, juga merupakan teman nomor 32. Sewaktu temannya tersebut dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja, yang bersangkutan juga sering membantu melakukan aktivitas sehari-hari almarhum.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) dan tracing terhadap kasus nomor 32, pada 5 Mei yang bersangkutan dites rapid dengan hasil nonreaktif. Namun, mengingat S adalah closes contact dari nomor 32, maka dilakukan rujukan untuk isolasi terpusat di Rusun Tanjunguncang, yang diikuti dengan pengambilan swab tenggorokan pada 6 Mei dengan hasil terkonfirmasi negatif.

“Pada 15 Mei kembali dilakukan pengambilan swab tenggorokan yang kedua dan hasilnya positif,” kata Rudi.

Perlu diketahui, pada awal Ramadan S bersama dengan kasus 46 melaksanakan salat Tarawih berjemaah di Masjid A-I Kampung Seraya, Kelurahan Seraya, Kecamatan Batuampar, Batam.

Keempat, laki–laki berinisial B, usia 43 tahun (kasus 58), warga Kelurahan Taman Baloi, Batam Kota. B merupakan ayah kandung dari kasus terkonfirmasi positif nomor 49 (mahasiswa usia 18 tahun, red) yang saat ini masih dalam perawatan ruang isolasi salah satu rumah sakit swasta di Baloi, Lubukbaja.

Mengingat B merupakan close contact primer, pada 14 Mei dilakukan pemeriksaan RDT kepada seluruh keluarganya yang hasil diketahui nonreaktif. Kemudian keesokan harinya dilanjutkan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya positif.

Menurut pengakuannya, kata Rudi, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung dan secara rutin melakukan kontrol ke salah satu rumah sakit swasta di Baloi, Lubukbaja. B dalam waktu dekat ini tidak pernah memiliki riwayat perjalanan keluar daerah.

“Sejauh ini kondisinya dalam keadaan cukup baik dan stabil serta tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta saat ini telah menjalani perawatan di ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSBP Batam,” ujarnya.

Kelima, kasus 59 Batam merupakan pelajar lelaki berinisial KMB berusia 13 tahun, adik kandung dari nomor 49. KMB, pada 14 Mei dites rapid bersama seluruh anggota kelurganya dengan hasil diketahui nonreaktif. Kemudian, keesokan harinya, dilanjutkan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya positif.

“Sejauh ini kondisinya dalam keadaan baik dan stabil serta tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta saat ini telah menjalani perawatan di ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSBP Batam.”

Keenam, ED berusia 44 tahun, merupakan kasus baru Covid-19 nomor 60 ibu kandung nomor 49. “Pengakuannya yang bersangkutan tidak ada memiliki riwayat penyakit tertentu, dan juga mengatakan dalam waktu dekat ini tidak pernah melakukan perjalanan keluar daerah. Kondisinya sekarang baik dan dirawat di RSBP,” imbuhnya.

Ketujuh, kasus nomor 61 berusia 7 tahun berinisial CMB. Yang bersangkutan merupakan adik kandung nomor 49. Rudi menyatakan bahwa CMB dalam keadaan baik dan stabil serta tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan kini dirawat di ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSBP Batam.

Kedelapan, kasus nomor 62 merupakan sekuriti berusia 21 tahun. Pria berinisal IK ini merupakan warga Kampung Seraya, Batuampar. Sebelumnya pernah melaksanakan salat Tarawih di Masjid A-I. Beberapa jemaah pernah contact dengan nomor 32. Setelah masjid tersebut tidak lagi melaksanakan salat berjemaah, IK kembali melaksanakan salat Tarawih berjemaah di Musala D-A bersama nomor 46 di perumahan yang sama.

Menindaklanjuti kasus tersebut, Tim Puskesmas Tanjungsengkuang bersama Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Batuampar melakukan rapid test terhadap jemaah masjid dan musala tersebut pada 14 Mei dengan hasil reaktif, dan dikarantina di Rusun Tanjunguncang.

“15 Mei dilakukan pengambilan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui pada hari ini (kemarin, red) positif. Dia kini dirawat di RSBK Batam,” katanya.

Kesembilan, seorang perempuan berinisial SYK berusia 20 tahun warga Kampung Seraya, merupakan kasus baru nomor 63. SYK merupakan tante (adik ibu) dari nomor 62 yang tinggal serumah. Pada 14 Mei Tim Puskesmas Tanjungsengkuang bersama Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Batuampar melakukan rapid test terhadap yang bersangkutan. Hasilnya dinyatakan nonreaktif, dan diedukasi untuk karantina mandiri di rumahnya.

“Yang bersangkutan dinyatakan positif setelah pengambilan sampel pada 15 Mei. Sekarang dirawat di RSBP.”

Kesepuluh, Z, kasus nomor 64 Batam, remaja lelaki berusia 15 tahun, warga Bengkong Sadai. Dia merupakan tetangga DD yang merupakan kasus Covid-19 nomor 35. Yang bersangkutan hadir mengikuti kegiatan takziah tahlilan di rumah almarhum dan contact dengan anaknya yang merupakan kasus nomor 38.

Sehubungan dengan kasus tersebut, yang bersangkutan bersama dengan warga lainnya pada 2 Mei dites rapid yang hasilnya disimpulkan nonreaktif, dan selanjutnya diedukasi untuk melakukan karantina mandiri.

“15 Mei yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan di RS Awal Bros Batam yang hasilnya baru diketahui dan dinyatakan terkonfirmasi positif. Kondisinya baik dan dirawat di RSBP Batam,” imbuhnya.

Kesebelas, WSC, kasus 65 adalah lelaki berusia 22 tahun, warga Bengkong Sadai. WSC merupakan tetangga almarhum DD. Dia takziah tahlilan di rumah almarhum dan contact dengan anaknya yang merupakan kasus nomor 38.

Sehubungan dengan hal tersebut, yang bersangkutan bersama dengan warga lainnya pada 2 Mei di-rapid test yang hasilnya disimpulkan nonreaktif. Selanjutnya diedukasi untuk melakukan karantina mandiri.

Pada 15 Mei, WSC diperiksa swab tenggorokan di RS Awal Bros Batam yang hasilnya baru diketahui kemarin, dan dinyatakan positif.

“Sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan saat ini sudah dalam proses perawatan di ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSBP Batam,” kata Rudi.(iza/eja)

Update