batampos.co.id – Bulan Ramadan memasuki penghujung. Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan hingga Senin (18/5) mereka sudah menghimpun dana zakat, infak, sedekah (ZIS) mencapai Rp 51 miliar. Untuk perbandingan, sepanjang Ramadan tahun lalu, dana ZIS yang terkumpul mencapai Rp 73,85 miliar.
Bambang menuturkan dana yang terkumpul akan langsung disalurkan ke mustahik atau keluarga miskin. Selain itu dia mengatakan Baznas menyalurkan bantuan langsung tunai Rp 300 ribu/keluarga. Total ada 33 ribu keluarga mustahik atau keluarga miskin yang mendapatkan bantuan tunai itu.
Selain itu Baznas juga menyalurkan bantuan beras. Menurut Bambang, Ramadan ini banyak yang membayar zakat fitrah diawal bulan Ramadan. Sehingga bisa segera disalurkan. ’’Baznas menyaluran zakat fitrah ini juga langsung. Tidak menunggu penghujung Ramadan atau mendekati lebaran,’’ jelasnya.
Beras yang dibagikan untuk mustahik atau keluarga miskin dalam wajud kemasan 5 kg. Total beras yang disiapkan mencapai 400 ton. Saat ini yang sudah mendapatkan zakat fitrah berupa beras ini mencapai 80 ribu keluarga. Sebagian besar keluarga penerima ini adalah orang miskin baru akibat wabah Covid-19.
Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas sebelumnya melakukan kajian dampak adanya wabah Covid-19 ini terhadap kemunculan orang miskin baru di Indonesia. Studi kasus dilakukan di 20 wilayah atau daerah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Hasilnya dalam kondisi ringan, akan ada 134.822 penduduk miskin baru akibat dampak ekonomi dari Covid-19. Sedangkan dalam kondisi berat, bisa mencapai 866.713 penduduk miskin baru.
Bambang menjelaskan dalam penyalurannya, Baznas menggunakan skala prioritas. ’’Kami prioritaskan yang belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah,’’ tuturnya.
Dia mengakui bahwa dengan sejumlah ketentuan syarat administrasinya, penyaluran bantuan sosial dari pemerintah belum bisa merata. Sehingga masih ada keluarga miskin yang belum mendapatkan bantuan sosial pemerintah.
Sementara itu Kepala Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Irfan Syauqi Beik menuturkan alokasi penyaluran zakat fitrah beras tahun ini sebanyak 400 ton atau senilai Rp 5,2 miliar.
’’Beras fitrah yang sudah rampung dibagikan untuk 80 ribu kepala keluarga di 40 kabupaten dan kota,’’ katanya.
Kabupaten dan kota itu tersebar di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Irfan menjelaskan sasaran pemberian zakat fitrah itu adalah mustahik yang berada pada komunitas atau kelompok. Seperti di komunitas masjid, panti sosial, dan kelompok masyarakat lain-
nya.
Dalam kondisi wabah Covid-19 ini, Baznas berupaya penyaluran beras zakat fitrah menjadi penopang sementara kebutuhan bahan pokok masyarakat miskin.
Lebih lanjut Bambang juga menjelaskan hasil penggalangan zakat untuk Presiden, Wakil Presiden, beserta pejabat lainnya yang digelar 12 Mei lalu. Dia mengatakan tidak bisa menyebutkan nominal pasti besaran zakat yang dibayarkan. Namun dia menjelaskan di hari pembayaran itu, total zakat yang masuk ke Baznas mencapai Rp 2 miliar.
Sementara rata-rata dalam sehari zakat yang masuk Rp 1 miliar. Sehingga dia memperkirakan total zakat dari pejabat negara saat itu sekitar Rp 1 miliar. (wan/*)
