batampos.co.id – Kasus positif terkonfirmasi Covid-19 di Batam melonjak. Kemarin, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam mengumumkan 11 kasus baru.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam Muhammad Rudi mengatakan, tambahan kasus ini merupakan hasil tracing closes contact yang terus berlangsung dari klaster terkonfirmasi positif nomor 32 (WN India) dan nomor 35 (kasus DD Bengkong) yang telah meninggal dunia, serta kasus nomor 49 (mahasiswa usia 18 tahun) yang saat ini masih dalam perawatan di ruang isolasi rumah sakit swasta di Batam.
“Terdiri atas tiga perempuan dan delapan orang Laki-laki,” ujar Rudi, kemarin.
Rudi merinci, kasus pertama, lelaki berinisial LM berusia 39 tahun (kasus 55). Dua warga Kampung Seraya yang bekerja sebagai petugas kebersihan di salah satu rumah sakit swasta di Lubukbaja dan teman kasus nomor 32.
“Sewaktu temannya tersebut dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja yang bersangkutan sering membantu melakukan aktivitas sehari-hari almarhum, kasus 32,” terang Rudi.
Kedua, laki-laki berinisial H berusia 45 tahun (kasus 56). Buruh angkut barang yang juga warga Kampung Seraya ini teman satu pekerjaan dengan nomor 46 yang saat ini masih dalam perawatan isolasi di RSKI Covid-19 Galang.
Kasus ketiga, laki-laki berinisial S berusia 55 tahun (kasus 57). Lagi-lagi warga Kampung Seraya yang bekerja sebagai petugas kamar pemulasaran jenazah di salah satu rumah sakit swasta di Lubukbaja, juga merupakan teman nomor 32. Sewaktu temannya tersebut dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja, yang bersangkutan juga sering membantu melakukan aktivitas sehari-hari almarhum.
Keempat, laki–laki berinisial B, usia 43 tahun (kasus 58), warga Kelurahan Taman Baloi, Batam Kota. B merupakan ayah kandung dari kasus terkonfirmasi positif nomor 49 (mahasiswa usia 18 tahun, red) yang saat ini masih dalam perawatan ruang isolasi salah satu rumah sakit swasta di Baloi, Lubukbaja.
Kelima, kasus 59 Batam merupakan pelajar lelaki berinisial KMB berusia 13 tahun, adik kandung dari nomor 49. Keenam, ED berusia 44 tahun, merupakan kasus baru Covid-19 nomor 60 ibu kandung nomor 49. Ketujuh, kasus nomor 61 berusia 7 tahun berinisial CMB. Yang bersangkutan merupakan adik kandung nomor 49.
Kedelapan, kasus nomor 62 merupakan sekuriti berusia 21 tahun. Pria berinisal IK ini merupakan warga Kampung Seraya, Batuampar. Sebelumnya pernah melaksanakan salat Tarawih di Masjid A-I. Beberapa jemaah pernah contact dengan nomor 32.
Kesembilan, seorang perempuan berinisial SYK berusia 20 tahun warga Kampung Seraya, merupakan kasus baru nomor 63. SYK merupakan tante (adik ibu) dari nomor 62 yang tinggal serumah.
Kesepuluh, Z, kasus nomor 64 Batam, remaja lelaki berusia 15 tahun, warga Bengkong Sadai. Dia merupakan tetangga DD yang merupakan kasus Covid-19 nomor 35. Kesebelas, WSC, kasus 65 adalah lelaki berusia 22 tahun, warga Bengkong Sadai. WSC merupakan tetangga almarhum DD. Dia takziah tahlilan di rumah almarhum dan contact dengan anaknya yang merupakan kasus nomor 38.(iza/eja)
