batampos.co.id – Kasus penyebaran Covid-19 dalam satu keluarga di Taman Baloi, Batam, belum diketahui dari mana awalnya. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan penyisiran akan terus dilakukan supaya masyarakat yang terpapar Covid-19 bisa diketahui lebih cepat. Sehingga bisa dilakukan tindakan lebih lanjut dan penyebaran virus ini tidak terus meluas.

“Kami terus melakukan penyisiran di lapangan, untuk mencari siapa saja yang telah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19,” kata Didi, Selasa (19/5).

Salah satunya, saat ini pihaknya terus melakukan penulusuran siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 nomor 49 Kota Batam. Satu keluarga remaja laki–laki berinisial Tn JSB usia 18 tahun tersebut diketahui telah dinyatakan positif Covid-19, hal itu berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan.

Hasil penelusuran yang bersangkutan diketahui sebelumnya hanya berobat di salah satu rumah sakit swasta dan klinik yang ada di Batam. Sedangkan ayahnya berinisial Tn B usia 43 tahun dan dua adiknya berinisial KMB usia 13 tahun dan berinisial CMB usia 07 tahun selama ini hanya melakukan aktivitas di rumah.

Sementara ibu nya, Ny ED usia 44 tahun selama ini bekerja di salah satu perusahaan asuransi. Saat ini pihaknya telah melakukan penyisiran siapa saja yang melakukan kontak dengan Ny ED selain itu juga rumah sakit atau klinik yang sebelumnya tempat berobat pasien positif Covid-19 nomor 49 Kota Batam. “Jadi sekarang masih terus kita telusuri,” jelasnya.

Diketahui, satu keluarga di Taman Baloi terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien sekeluarga ini bermula dari kasus nomor 49 (mahasiswa usia 18 tahun) yang saat ini masih dalam perawatan di ruang isolasi rumah sakit swasta di Batam. Kemudian orang tua dan adik-adiknya juga dinyatakan positif Covid-19.

Kasus 58, laki–laki berinisial B, usia 43 tahun, warga Kelurahan Taman Baloi, Batam Kota. B merupakan ayah kandung dari kasus terkonfirmasi positif nomor 49 (mahasiswa usia 18 tahun, red) yang saat ini masih dalam perawatan ruang isolasi salah satu rumah sakit swasta di Baloi, Lubukbaja.

Kasus 59 Batam merupakan pelajar lelaki berinisial KMB berusia 13 tahun, adik kandung dari nomor 49. Keenam, ED berusia 44 tahun, merupakan kasus baru Covid-19 nomor 60 ibu kandung nomor 49. Ketujuh, kasus nomor 61 berusia 7 tahun berinisial CMB. Yang bersangkutan merupakan adik kandung nomor 49.

Lalu, ED berusia 44 tahun, merupakan kasus baru Covid-19 nomor 60 ibu kandung nomor 49. “Pengakuannya yang bersangkutan tidak ada memiliki riwayat penyakit tertentu, dan juga mengatakan dalam waktu dekat ini tidak pernah melakukan perjalanan keluar daerah. Kondisinya sekarang baik dan dirawat di RSBP,” imbuhnya.

Kasus nomor 61 berusia 7 tahun berinisial CMB. Yang bersangkutan merupakan adik kandung nomor 49. Rudi menyatakan bahwa CMB dalam keadaan baik dan stabil serta tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan kini dirawat di ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSBP Batam.(uma)