batampos.co.id – Pemanfaatan backbone Palapa Ring Barat belum bisa dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas jika bandwidth yang tersedia tidak dapat disebarluaskan oleh pihak-pihak provider ke seluruh kecamatan di luar Kecamatan Siantan sebagai ibukota kabupaten.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, Jeprizal mengakui jaringan generasi keempat (4G) itu, memang belum bisa dinikmati seluruh warga Anambas, khususnya di Kecamatan Jemaja.

Ia pun berharap kepada Kominfo RI, untuk dapat merencanakan peningkatan layanan telekomunikasi di wilayah Pulau Jemaja. Langkah utama yang dilakukan adalah membangun landing point palapa ring barat di Pulau Jemaja.

“Karena itu, saat ini kita terus berupaya secara maksimal agar Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kominfo dan Konsorsium PT Moratelindo, bersedia membangun landing point di Jemaja,” ujarnya.

Sejumlah tower yang ada di Anambas. Kamis (21/05/2020) (Foto: Faidillah/batampos.co.id)

Diketahui, Pemda Anambas sudah melaksanakan rapat terkait hal itu kepada Kemenkopolhukam RI dan Kementerian Kominfo RI, Telkom Grup, PT Moratelindo, dan Smartfren dalam rapat video conference.

Ia menjelaskan dalam usulan tersebut yakni, tower yang dibangun PT Moratelindo di Gunung Payung Desa Teluk Bayur, Pulau Matak, dan di Desa Batu Berapit Pulau Jemaja dalam pemanfaatan Palapa Ring Barat dapat segera mengudara layanan 4G LTE dan dapat kiranya diperluas sampai ke Kecamatan Jemaja Barat dan Kecamatan Jemaja Timur.

Ia menambahkan, ini merupakan terobosan upaya pemerintah daerah untuk mewujudkan dan peningkatan serta perluasan jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas di perbatasan negara menuju Indonesia merdeka signal.(fai)