batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi akan memberikan kelonggaran untuk tempat-tempat ibadah di Batam. Masjid, gereja, vihara, dan tempat ibadah lainnya boleh dibuka dan masyakarat boleh beribadah dengan syarat mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Baik imam maupun jamaah harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19 seperti mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, dan tetap menggunakan masker. “Diatur jarak safnya, tak boleh pakai karpet, bawa sajadah masing-masing,” jelas Rudi di Alun-Alun Engku Putri, Selasa (26/5).

Selain itu, pengurus tempat ibadah harus menandatangani surat pernyataan yang telah disiapkan oleh pemerintah yang isinya pengurus masjid menjamin semua jamaah menaati protokol kesehatan covid 19. “Kalau ada yang melanggar dan kami mendapat laporan, makan akan Tim Gugus penindakan yang akan menutupnya,” tegasnya.

Pembukaan tempat ibadah akan dimulai pada tanggal 15 Juni 2020. Namun sebelum itu akan ada masa percobaan di sejumlah masjid. Masa percobaan ini hanya berlaku di masjid dalam lingkungan perumahan. Sementara masjid di jalan perlintasan atau jalan protokol menunggu tanggal 15 Juni mendatang jika kondisi Batam membaik.(*/uma)