batampos.co.id – Rencana penerapan new normal oleh pemerintah dinilai belum tepat oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR, Ansory Siregar.
Hal itu kata dia, dikarenakan setiap hari orang yang tertular dan yang meninggal akibat virus corona masih bertambah.
“Ada beberapa alasan kenapa new normal belum tepat diberlakukan. Di antaranya rata-rata kematian Covid-19 saat ini antara 20 sampai 25 orang per hari,” ujar, Sabtu (30/5/2020).
Menurutnya, jika harus dilakukan semua wajib memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga bisa memutus penularan virus tersebut.
”Mengurangi risiko wabah dengan pengaturan yang ketat pada tempat rentan dan komunitas rentan seperti lansia, kesehatan mental dan pemukiman padat. Keempat, pencegahan di semua lini tempat kerja,” katanya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, saat ini penerapan protokol kesehatan belum terpenuhi di semua tempat. Maka belum saatnya pemerintah memberlakukan penerapan new normal.
“Sekali lagi janganlah berspekulasi untuk menerapkan new normal ini, serta janganlah bicara untung rugi untuk nyawa kemanusiaan,” ujarnya.
Diketahui, Presiden Jokowi mulai mempersiapkan berbagai hal menuju fase baru kehidupan bersama dengan wabah Covid-19. Masyarakat diminta bersiap menghadapi new normal.
Jokowi menyebut akan mengerahkan puluhan ribu aparat TNI dan Polri di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota.
Mereka akan menjaga tempat umum dan pusat keramaian untuk memastikan masyarakat menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.
Setidaknya, akan ada 340.000 personel gabungan TNI dan Polri yang akan menjaga di 1.800 objek meliputi aktivitas lalu lintas masyarakat, pusat perbelanjaan, pasar rakyat, hingga sejumlah tempat pariwisata.(jpg)
