batampos.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar ) Kota Batam memantau langsung persiapan new normal tempat hiburan di Kampung Bule, Nagoya, Batam. Saat ini, sejumlah tempat hiburan di kawasan tersebut telah siap beroperasi sesuai protokol kesehatan. Tak hanya tempat hiburan di Kampung Bule, di tempat lain yang memenuhi protokol kesehatan juga dibolehkan beroperasi.

“Kami cek kesiapan mereka sembari menandatangani surat pernyataan (jalani protokol kesehatan, red) sehingga tanggal 15 (Juni) bisa opening semuanya,” kata Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, Senin (1/6).

Ardi menyebutkan, protokol kesehatan pada umumnya sama dengan sektor lain. Untuk itu, tempat hiburan yang sudah mulai melakukan protokol kesehatan dapat mulai beroperasi di masa Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PAM) yang saat ini sedang berjalan.

“Sudah banyak yang siap tadi, sekitar 14 usaha. Sudah ready, silakan buka (saat PAM). Di luar Kampung Bule juga sudah ada. Makanya, kami cek tadi yang sudah siap,” jelasnya.

Sesuai instruksi langsung Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, ia mengingatkan seluruh pelaku pariwisata seperti hotel, restoran, tempat hiburan dan sebagainya untuk patuh imbauan pemerintah. “Kita ingin saat semua aktivitas dibuka pada 15 Juni nanti semua tertib,” kata dia.

Untuk saat ini, pihaknya hanya mengedukasi dan mengingatkan saja. Namun, jika nantinya masih abai, maka sesuai kesepakan akan dilarang dibuka.“Kita lagi menyebar surat kesepakatan itu,” kata dia.

Ia mengaku, hal ini perlu dilakukan demi kepentingan bersama dan dunia pariwisata di kota ini kembali bangkit lagi. Ia ingin, dalam hal ini perlu kerja bersama antara pemerintah dan pelaku pariwisata. “Sekarang kita sudah terpuruk. Ayo kita bangkit berasama,” ujarnya.

Adapun pada malam ini, Ardi bergerak ke beberapa tempat tongkrongan kalangan milenial di wilayah Batam Center. Ia menemukan masih banyak meja dan tempat duduk tak berjarak, bahkan pelayan restoran tak memakai masker.

“Sudah kita edukasi langsung pemiliknya dan mereka siap mematuhi protokol kesehatan. Setelah diedukasi, nanti akan ada pengawasan lagi,” kata Ardi.(*/jpg/uma)