batampos.co.id – Batam belum masuk daftar kota yang boleh menggelar new normal. Namun, menurut Jubir Gugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Azril Apriansyah, hal itu bukan mutlak. Sebab itu, Batam masih melaksanakan Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PAM) hingga 14 Juni mendatang.

“New normal ini memang belum diberlakukan di semua kota di Indonesia, termasuk Batam. Tapi tentu kita harus bersiap-siap jika nanti diberlakukan,” kata Azril.

Diakuinya, karena Batam belum melaksanakan new normal, maka PAM digelar untuk sosialisasi, edukasi, dan simulasi agar pada saat diberlakukan new normal nanti, masyarakat dan pelaku usaha sudah paham atau mengerti. “Sehingga tidak gagap terhadap apa yang harus dilakukan,” imbuhnya.

Terkait rujukan Batam akan menggelar new normal, padahal belum termasuk dalam daerah yang diizinkan Azril mengirimkan rilis yang dikeluarkan Kemenperkraf RI tentang Sektor Parekraf Berpeluang Bangkit Lebih Cepat dengan Penerapan Standar Kenormalan Baru.

Dalam rilis itu disebutkan, penerapan prosedur standar tatanan atau kenormalan baru di sarana publik akan memberikan peluang yang baik bagi sektor ekonomi dan kreatif (parekraf) untuk pulih lebih cepat dari Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/ Baparekraf, Ari Juliano Gema, dalam pernyataannya, Rabu (27/5), mengatakan, sesuai yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat melakukan penyajian kesesuaian menggunakan perangkat standar tatanan baru normal di sarana publik disetujui untuk lebih mendisiplinkan masyarakat terkait protokol kesehatan saat berada di sarana publik.

Protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru yang sudah disiapkan Kemenkes akan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan baik mengenai jaga jarak, mengenai pakai masker, mengenai cuci tangan, mengenai dilarang berkerumun dalam jumlah yang banyak. Sehingga diharapkan kesadaran masyarakat akan kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat dan penyebaran COVID-19 dapat terus ditekan.

“Ini merupakan bagian dari langkah untuk memastikan kesiapan masyarakat menjalankan kenormalan baru yang akan menggerakkan perekonomian nasional termasuk di dalamnya pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Ari Juliano Gema.

Kemenparekraf/Baparekraf, ujar Ari Juliano, tengah menyiapkan program Cleanliness, Health and Safety (CHS) yang akan diterapkan di berbagai destinasi wisata tanah air. Yang tujuan utamanya tidak hanya menyiapkan destinasi yang lebih baik sesuai dengan standarisasi kebutuhan wisatawan dalam kenormalan baru nanti, tapi juga dalam menerapkan disiplin bagi masyarakat.

Hal ini sejalan dengan target Pemerintah agar kesadaran masyarakat akan kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat.

Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan pada akhir bulan ini standar dan pedoman penerapan CHS sudah dapat ditetapkan dan disimulasikan. Kemudian dilanjutkan verifikasi CHS di destinasi pada Juni hingga Juli 2020. Selanjutnya penerapan skema dan program sertifikasi yang ditargetkan berlangsung selama Agustus hingga Desember 2020.

Program CHS rencananya lebih dulu akan dijalankan di Bali, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau serta secara bertahap di 5 destinasi super prioritas untuk kemudian di seluruh daerah tanah air.

Beberapa faktor yang diperhatikan dalam CHS diantaranya adalah, untuk kebersihan seperti pembersihan ruang dan barang publik dengan disinfektan, ketersediaan sarana cuci tangan dengan sabun, tempat sampah bersih, dan lainnya.

Sementara untuk kesehatan diantaranya adanya koordinasi antara destinasi dengan Satgas COVID-19 daerah dan rumah sakit, pemeriksaan suhu tubuh, gerakan memakai masker, menerapkan etika batuk dan bersin termasuk menghindari berjabatan tangan, serta penanganan bagi pengunjung dengan gangguan kesehatan ketika beraktivitas di lokasi.

“Faktor dalam keselamatan diantaranya pengelolaan pengunjung, pengaturan jumlah kerumunan, pengaturan jarak antar individu, penanganan pengamanan, media dan mekanisme komunikasi penanganan kondisi darurat, dan lainnya,” kata Ari Juliano.(jpg/uma)