batampos.co.id – Pemerintah memberikan rambu-rambu kepada 102 daerah yang boleh menjalankan konsep new normal. Secara umum, masyarakat dituntut membuat pola hidup baru di era normal baru. Tidak hanya 1–2 lini, tapi di berbagai profesi. Termasuk aparatur sipil negara (ASN).

Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo mengingatkan, ASN harus bisa segera beradaptasi dengan tatanan normal baru tanpa mengabaikan protokol kesehatan. Pada prinsipnya, layanan publik dijalankan dengan sistem yang baru. ’’Tetap memakai masker, cuci tangan secara rutin, dan jaga jarak,’’ terangnya kemarin.

Prinsip itu harus diterapkan di tempat kerja. Baik menjaga jarak meja-kursi di ruang kerja maupun saat menghadiri seremoni. Bila memungkinkan, pertemuan dilakukan dengan konferensi video. ’’Yang penting layanan ASN tetap terjaga dengan baik secara kualitas dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,’’ lanjut politikus PDIP itu.

Dia menyebutkan, penerapan tatanan normal baru di lingkungan kerja ASN tidak akan bisa serentak. Polanya akan mengikuti perkembangan tiap-tiap daerah. Apakah daerah itu masih menerapkan PSBB atau tidak, misalnya. Atau, apakah daerah tertentu masuk zona hijau atau malah sudah zona merah.

Yang pasti, ASN harus setiap saat bersiap mengikuti arahan presiden maupun pimpinan di lembaga masing-masing. Dengan begitu, program yang ada bisa dijalankan dengan optimal. ’’Intinya, ada tiga hal yang harus difokuskan. Sistem kerja yang fleksibel, pengaturan kerja dan jam kerja, serta pengaturan infrastruktur penunjang,’’ tambahnya. Termasuk pemanfaatan aplikasi dan teknologi.(jpg)