batampos.co.id – Sistem kelistrikan di Kota Batam-Bintan yang sempat terganggu karena sambaran petir di salah satu transmisi 150 kV akan kembali normal secara bertahap dan diperkirakan pada Sabtu (6/6/2020) akan kembali normal.

Direktur Operasi bright PLN Batam Awaluddin Hafid, mengatakan, sambaran petir yang terjadi pada salah satu transmisi benar-benar sangat kuat dan membuat sistem kelistrikan menjadi kolap.

“Saat kolap atau blackout kami langsung mengoperasikan pembangkit yang di Sekupang,” ujarnya, Jumat (5/6/2020).

Ia menjelaskan, pembangkit tersebut memang dipersiapkan untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan kelistrikan di pembangkit lain.

“Kita melakukan recovery dua menit setelah sistem kelistrikan kita terganggu,” paparnya.

Kata dia, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Sekupang diatifkan dengan tujuan dapat mengisi jaringan yang ada. Sehingga dapat kembali beroperasi.

Namun lanjutnya, untuk merecovery listrik di Batam ini tidak bisa dilakukan secara instan. Karena kata dia, banyak parameter yang harus diperhatikan.

Warung makan di Batam Centre gunakan lilin saat listrik padam. Foto: batampos.co.id

“Alhamdulillah pada pukul 22.18 WIB salah satu pembangkit besar di Batam yaitu PLTG unit 2 dapat bergabung dengan sistem kelistrikan kita dan beberapa menit kemudian pembangkit yang lain satu persatu menyusul dan pada pukul 12 malam, beban yang bisa dipikul mencapai 150 MW,” tuturnya.

Ia menjelaskan sampai dengan sore ini kemampuan pembangkit PLN Batam sudah mencapai 265 MW.

“Memang masih ada pemadaman karena masih ada pembangkit masih dalam proses operasi menuju sinkron,” jelasnya.

Ia menjelaskan awalnya PLTU Tanjungkasam dengan kapasitas 2×55 MW akan disinkronkan.

Namun karena ada sedikit permasalahan di turbin pengabungan PLTU Tanjungkasam molor. Setelah bergabung dengan sistem kelistrikan, pembangkit lainnya akan menyusul 4 jam kemudian.

“Karena PLTU tidak bisa kita operasikan secara bersamaan, harus dilakuakn satu persatu dan kita ada pembangkit yang beum bisa kita operasikan karena sistem proteksi pembangkit itu sendiri,” kata dia.

Pembangkit tersebut lanjutnya memerlukan waktu 40 jam baru dapat kembali beroperasi setelah berhenti secara tiba-tiba.

“Pembangkit ini tidak rusak tapi pengamanannya memang begitu dan mudah-mudahan besok (Sabtu, 6/6/2020) pukul 11.00 WIB pembangkit sudah bsia dioperasikan setelah itu sistem kelistrikan Batam bisa kami katakan normal kembali dan dengan cadangan daya yang cukup,” tuturnya.(esa)