batampos.co.id – Indikator Politik Indonesia melakukan survei terkait kinerja pemerintah dalam menangani wabah virus korona atau Covid-19. Hasil survei menunjukkan sebesar 57,6 persen responden menilai ekonomi Indonesia buruk akibat mewabahnya Covid-19.
“Mayoritas masyarakat menilai buruk, 57,6 persen, dan sangat buruk, 23,4 persen, terkait prekonomian Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam rilis hasil survei ‘Persepsi Publik terhadap Penanganan Covid-19, Kinerja Ekonomi, dan Implikasi Politiknya,” Minggu (6/7).
Burhanuddin menyebut, hanya 1,2 persen responden yang menilai kondisi ekonomi Indonesia sangat baik. Sedangkan, 5,5 persen responden menilai ekonomi Indonesia masih baik.
“8,9 persen menilai ekonomi Indonesia pada taraf sedang, dan 3,4 persen tidak tahu atau tidak menjawab,” ujarnya.
Selama 16 tahun terakhir, atau sejak 2004, persepsi bahwa kondisi ekonomi buruk mengalami tren peningkatan. Pada 2004, sebanyak 48,1 responden yang disurvei pada saat itu menyatakan ekonomi buruk.
Persepsi bahwa kondisi ekonomi buruk mengalami pasang surut. Terbaik terjadi pada hasil survei Februari 2020, yang menunjukkan hanya 24,1 persen responden yang menyatakan kondisi ekonomi buruk.
Survei terakhir yang digelar Mei 2020 menunjukkan sebanyak 81 persen responden menilai kondisi ekonomi buruk. Lebih lanjut Burhanuddin menjelaskan, di level rumah tangga, mayoritas atau 83,7 persen responden menilai kondisi ekonomi rumah tangga lebih buruk dibandingkan setahun sebelumnya.
“(Itu terdiri dari) 65,4 persen menilai lebih buruk, dan 18,3 persen menilai jauh lebih buruk,” jelas Burhanuddin.
Sebagai informasi, survei dilaksanakan pada 16-18 Mei 2020 dan melibatkan 1.200 responden yang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (jpg)
