Minggu, 19 April 2026

Ini Fungsi IPAL untuk Keberlangsung Pasokan Air di Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Kota Batam sangat tergantung dengan air hujan sebagai air baku yang akan diolah menjadi air bersih dan disalurkan kepada masyarakat.

Namun saat ini curah hujan di Kota Batam jauh menurun dibandingkan sebelumnya.

Direktur Fasilitas Lingkungan dan Aset BP Batam, Binsar Tambunan, mengatakan, curah hujan di Batam, sebelumnya berkisar dua ribu milimeter/tahun.

“Tapi sekarang sudah di bawah itu (2 ribu milimeter/tahun,red), tapi dua tahun belakangan, jumlah sudah menurun,” ujarnya, Selasa (9/6/2020).

Ia menjelaskan, hujan yang turun ditangkap di Daerah Tangkapan Air (DTA) kemudian masuk ke Dam.

Menurutnya karena minimnya curah hujan setiap tahunnya, membuat BP Batam membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Infogtafis aliibenk/batampos.co.id

Tahap pertama lanjutnya pembangunan IPAL dilakukan di wilayah Batam Center akan selesai dilakukan pada Desember 2020.

Sementara itu Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, dengan pembangunan IPAL keberlangsungan air baku di Batam akan lebih terjamin.

Pasalnya kata dia, air hasil olahan yang diproses di IPAL bisa dikembalikan ke waduk karena memiliki baku mutu lingkungan yang baik.

“Bahkan airnya bisa dipakai oleh industri,” tuturnya.

IPAL lanjutnya juga dapat membantu pemerintah dalam menghadapi krisis air.

“Karena olahan IPAL cukup besar yaitu mencapai 230 liter/detik,” jelasnya.

Tidak hanya menjamin ketersediaan air baku, IPAL kata dia dapat menghasilkan pupuk yang siap pakai untuk menghijaukan Kota Batam. Baik di hutan kota, taman kota dan taman-taman di perumahan.

Iyus juga menegaskan, dengan adanya IPAL dapat menjaga kualitas air baku dari pencemaran limbah domestik dan mencegah menjamurnya eceng gondok di waduk.(esa/adv)

Update