batampos.co.id – Guna memastikan setiap Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
mengetahui capaiannya dalam waktu tiga bulan terakhir, BPJS Kesehatan Cabang Batam
menyelenggarakan kegiatan evaluasi KBK (Kapitasi Berbasis Komitmen) melalui aplikasi zoom meeting dengan seluruh puskesmas yang ada di Kota Batam, Rabu (3/6/2020).
Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Batam, Yusrianto, mengatakan, ini merupakan kegiatan yang kedua yang dilakukan pihaknya.
Sebelumnya, sudah dilakukan evaluasi KBK dengan FKTP swasta sebagai pesertanya pada Selasa (2/6/2020).
“Ini sudah menjadi kewajiban BPJS Kesehatan untuk melakukan monitoring dan evaluasi
kepada FKTP baik swasta maupun puskesmas terkait pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN-KIS,” kata Yusrianto.
Ia menjelaskan, dalam periode penilaian kali ini hanya beberapa puskesmas saja yang berada di dalam posisi hijau.
Sementara yang lainnya banyak yang berada di posisi kuning dan merah. Keadaan ini menurut Yusrianto diakibatkan karena angka kunjungan pasien yang menurun.
Begitu juga dengan rujukan dari FKTP ke rumah sakit.

“Terkait hal tersebut tentu mengakibatkan nilai KBK beberapa puskesmas menjadi tidak
maksimal,” kata Yusrianto.
Berdasarkan penilaian yang dilakukan, Puskesmas Bulang merupakan FKTP yang berada di posisi aman walaupun di indikator rasio rujukan masih berada di posisi kuning karena angka rasio rujukan di atas 10 persen.
Untuk itu Yusrianto menekankan kepada setiap puskesmas untuk melakukan upaya yang dapat meminimimalisir hal tersebut salah satunya dengan menghilangkan rujukan non spesialistik ke rumah sakit.
“FKTP harusnya melakukan perannya sebagai gate keeper pelayanan primer,” kata Yusrianto.
Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Kota Batam, dr Andi Sarbiah yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa bagi FKTP yang memperoleh hasil yang baik diharapkan dapat terus meningkatkannya dan menjadi contoh bagi FKTP yang lain.
“Bagi yang hasil KBK nya baik bisa terus ditingkatkan, kami apresiasi. Semoga bisa menjadi contoh untuk FKTP lain. Hal ini juga diharapkan agar bisa menjadi semangat tersendiri bagi FKTP yang lain,” kata Sarbiah.
Sarbiah mengatakan, bagi FKTP yang dalam periode penilaian ini mendapatkan nilai KBK yang kurang baik, diharapkan dapat memperbaiki dan bisa mencontoh FKTP lain yang sudah baik.
Hal ini menurut Biah agar setiap FKTP dalam hal ini Puskesmas dapat memperoleh nilai kapitasi secara utuh.
Selanjutnya, Sarbiah juga berharap di masa pandemik Covid 19 ini BPJS dapat memberikan dispensasi target pencapaian kepada FKTP, misalnya dalam penilaian indikator terkait angka kontak.(*)
