batampos.co.id – Pemerintah Singapura kini tengah mengembangkan alat yang dapat melacak penyebaran virus Covid-19. Pencegahan penyebaran Covid-19 saat ini masih menjadi cara yang paling efektif untuk menekan laju masyarakat yang terinfeksi virus yang menyebar sangat masif.
Menurut otoritas setempat, fungsi perangkat ini akan mirip dengan aplikasi TraceTogether yang lebih dulu diperkenalkan.
“Kami sedang mengembangkan dan akan segera merilis wearable device portabel yang memiliki tujuan serupa Trace Together, tapi tidak bergantung pada smartphone,” tutur Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (9/6).
Menurutnya, apabila perangkat ini mampu bekerja dengan baik, pemerintah akan mendistribusikannya ke masyarakat Singapura. Selain itu, perangkat ini juga diharapkan dapat menjadi alat pelacak yang lebih efektif ketimbang TraceTogether.
Sementara dilansir dari Reuters via Ubergizmo, dalam prosesnya, tampaknya rencana tersebut telah menimbulkan beberapa masalah privasi. Masyarakat khawatir alat tersebut justru dapat memata-matai mereka yang berbuntut kepada pelanggaran privasi.
Alat tersebut bukan yang pertama kali perangkat seperti itu digunakan. Misalnya, di negara-negara seperti Hongkong, pelacakan barang-barang yang dapat dikenakan wajib dan diberikan kepada mereka yang berada di bawah karantina untuk memastikan bahwa mereka tidak meninggalkan rumah mereka.
Saat ini, tidak banyak yang diketahui tentang perangkat wearable ini dan apakah mereka wajib untuk semua orang yang tinggal di Singapura, atau jika itu bisa menjadi hal opsional yang pengguna dapat secara sukarela mengenakan sendiri.(jpg)
