batampos.co.id – Inggris masih berjuang melawan Covid-19. Sejumlah kasus kematian pasien Covid-19 yang ditemukan justru meninggal di dalam rumah, bukan di rumah sakit. Bahkan, ada pasien Covid-19 ditemukan sudah dalam keadaan membusuk.

Dilansir dari Mirror, Rabu (10/6), pasien Covid-19 yang meninggal dan membusuk, umumnya hidup sendirian di rumah dan tidak diketahui keadaannya oleh siapapun hingga dua minggu. Beberapa jenazah ditemukan setelah tetangga melaporkan bau busuk dari sebelah rumah mereka.

“Mayat-mayat itu belum ditemukan selama pandemi selama tujuh hingga 14 hari. Saya telah melihat banyak kasus seperti ini, di mana tubuh membusuk, dalam wabah Covid-19. Dan juga sudah melakukan pemeriksaan postmortem,” kata Ketua Komite Investigasi Kematian di Royal College of Pathologists, dr. Mike Osborn kepada The Guardian.

Angkanya bahkan cukup tinggi. Sebanyak 700 kematian dilaporkan telah terjadi dalam rumah di kawasan London. Dan penyebab kematian telah dikonfirmasi yakni virus korona.

Kematian di rumah ini diduga terjadi karena masyarakat yang sakit takut mengunjungi rumah sakit untuk memeriksakan kesehatannya. Bukan hanya mereka yang terinfeksi Covid-29. Dalam arti, meski banyak kasus Covid-19 melibatkan kelompok rentan seperti lansia yang hidup sendirian, tapi ada juga pasien lain yang memiliki masalah kesehatan mental atau lainnya seperti stroke.

Kepala Royal College of GPs, Profesor Martin Marshall, mengatakan pandemi ini menciptakan epidemi kesepian. Dia menambahkan bahwa dokter juga menemukan kasus serupa di mana orang menyerah pada kondisi lain, termasuk serangan jantung.

Sehingga, yang perlu digarisbawahi, masyarakat yang memiliki masalah kesehatan lainnya juga takut untuk ke rumah sakit. “Jika orang memilih untuk tidak mencari bantuan medis untuk penyakit non-Covid karena takut tertular virus, atau karena mereka khawatir menjadi beban pada NHS, maka itu sangat memprihatinkan,” katanya.(jpg)